Story cover for ARYSA by Quenxyy
ARYSA
  • WpView
    Reads 3,856
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3,856
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 21, 2020
Di unpub karena sedang dalam proses revisi!

"Saya Aryena Safany, dipanggil Arysa," ucap Arysa singkat.


***

"Woy kalau jalan hati - hati!" teriak Aksa lalu memelankan suaranya diakhir kalimat setelah melihat orang yang menyenggolnya.

"Maaf gak sengaja," ucap Arysa tajam dan berlalu pergi meninggalkan Aksa yang terdiam.

"Lo terpanah kan Sa lihat Arysa," ucap Dika memukul pundak Aksa.


Share, Komen, Follow Dan Favoritkan!!!
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add ARYSA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
IGNITES (END) cover
CINTA DI LANGIT DUA ARAH (END) cover
My boy is My LOVE cover
Goodbye my former boy cover
Tentang Dirimu yang hilang  cover
Discovery Of Love (Completed) cover
ARESIA ARGANTARA cover
Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia cover
DOSEN BUCIN - (TAMAT) cover
Rules vs Chaos cover

IGNITES (END)

81 parts Complete

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮