Hadirmu Kembali Menyapa

Hadirmu Kembali Menyapa

  • WpView
    Reads 2,618
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 22, 2020
ANGELINA KUMALASARI NILA KUSUMA Tak ada hal yg lebih indah selain memikirkan masa depan yang bahagia,bisa menikmati indahnya hidup dengan orang orang tersayang ada hal yg selalu diimpikan meneriakinya dengan sayang dan memeluknya sepanjang hari dengan kasih sayang adalah suatu hal dambaan. Namun jalan dari Tuhan yg diberikan tak selalu mulus lenggang,ada jalan terjal bebatuan sulit yg harus ditempuh untuk ke suatu tujuan yg indah,barangkali kereta yg salah mengantarkan kita ke tujuan yg tepat meski melewatinya dengan lelah, sulit serta sakit itulah bagian dari perjalan untuk menuju tempat yg luar biasa. BHAGASKARA PRAWIRA HUTAMA Hidup adalah pemenang bila tak menang tak ada arti hidup, melewati batas tekanan manusia dan melampauinya adalah kehebatan yg luar biasa,menyerang sebelum diserang jangan sampai kalah!harus menang apapun yg terjadi orang tak boleh mengganggap sebelah mata. Maka mulailah siapa yang berani memasang bendera perang maka dia wajib diserang menghilangkan tak ada masalah untuk mengurangi rasa kekhawatiran.jadi bersiaplah dunia bukan zona yang aman maka berhati hatilah.
All Rights Reserved
#340
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadows of Love
  • Aku Salah Memaknai Cinta
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Rintik Terakhir
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Sebuah Pengabdian
  • Our Journey To Love
  • AKHIR DARI PERJUANGAN (Season 1KISAH CINTA YANG BELUM SELESAI)
  • AIR (Ketika dua air yang berbeda arti disatukan atas nama cinta) KOMPLIT

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines