We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Reflection

Reflection

  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Di rumah lo ada cermin nggak, sih?" Dia menatapku bingung. Seolah pertanyaanku barusan adalah hal yang tidak bisa ia pahami. Aku mengusap lelah wajahku lalu membuang napas kasar. "Lo pernah ngaca, kan?" lanjutku. Dia mengangguk seraya balik bertanya, "Kenapa?" "Apa yang lo temuin di dalam cermin itu?" Dia terdiam, terlihat seperti sedang berpikir. Membuang pandang dariku. Mencirikan sekali jika dia sedikit tidak menyukai maksud dari pertanyaanku itu. Lalu 5 detik kemudian, dia kembali menolehkan wajahnya padaku. Menatapku dengan tatapan sinisnya. "Ya bayangan muka gue, lah! Apaan, sih, lo? Nggak mutu banget nanyanya." Setelah puas memberiku tatapan kesalnya, lalu dia berdiri, hendak beranjak pergi. "Udah ah nggak penting. Lo udah buang waktu 5 menit gue. Gue pulang, bye! Sebelum kakiknya melangkah, aku terlebih dahulu menahannya dengan ucapan, "Cari diri lo dalam cermin itu. Buka topeng lo."
All Rights Reserved
#15
learn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • Melody Arthadiesa
  • Friendship -Completed-
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • I Promise You But Not
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Ayesha Transmigration

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines