Story cover for FEELING (ON GOING) by ArunaFideliaa
FEELING (ON GOING)
  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published May 22, 2020
Sekeras apapun berjuang, takdir tuhan yang akan menang.

Mari kita masuk kedalam kehidupan Dita.
-
-
-
-
"Yaudah lah, obat dari patah hati ya cari lagi." Ucap Suci sambil mengelus kepala Dita.

"EH! Iya juga ya!." Semakin tidak nyeleneh jawaban dari Dita setelah patah hati.
-
-
-
Cerita ini 100% khayalan dari author, apabila isi cerita ini tidak sama dengan deskripsinya mohon maaf ya (ini baru pengalaman pertama, authornya masih kelas 10 SMA hehe:)).
Jangan lupa Follow, Vote,komentar dan share ya guys!!
All Rights Reserved
Sign up to add FEELING (ON GOING) to your library and receive updates
or
#656dokter
Content Guidelines
You may also like
JATUH GAK CUMAN SEKALI by aviershta
18 parts Ongoing
Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.
You may also like
Slide 1 of 8
LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End) cover
DISA | broken cover
JATUH GAK CUMAN SEKALI cover
ALVA ( Aldo & Vava) cover
Aku Ingin Bercerita  cover
ANGGI MAHARANI cover
C I N (T) A (COMPLETE) cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover

LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)

43 parts Complete Mature

"Mau hidup ataupun mati, gue gaakan pernah cinta sama orang kayak lo. Murahan! Sudah berapa kali lo mengangkang ke lelaki diluar sana? Ga cukup mereka, sampai ngedeketin gue lagi? Lo seperti perempuan yang gaada maruah!" Kata-kata itu jelas menyakiti hati gadis dihadapannya itu. Siapa yang tidak sakit hati, penantiannya selama ini sia-sia ditambah kata-kata tajam nan menyakitkan itu terlontar dari orang yang dicintainya. "Terima kasih sudah menghina. Aku memang mengejar cinta Abang Is, tapi bukan bermaksud Abang Is bisa seenaknya berkata bagai tak punya pelajaran adab ke Aku. Terima kasih sudah membuka mata Aku, Aku janji ga bakal ganggu Abang lagi, Assalamualaikum." Mulai saat itu, hari-hari Iskandar mulai berubah. Kala mengingat ucapannya ke gadis itu, membuatkannya terjatuh ke lembah keresahan dan bersalah. Belum lagi, dirinya mendapat kabar bahwa, gadis itu memilih pindah sekolah juga pindah tempat tinggal. Iskandar, frustasi akan semua itu membuatnya memilih mengurung jiwanya menjadi seorang yang cuek dan dingin pada sekitar. "Gue, akan cari lo sampai ketemu." "Cinta itu menyakitkan, kala duka diterpa bencana kala hati sudah pun terluka."