Nitalia

Nitalia

  • WpView
    Reads 312
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Nitalia Perwira seorang gadis duduk di bangku kuliah. Dia memiliki teman sekaligus sahabatnya yaitu Aji Brajamusti. Persahabatan itu dimulai sejak ku maish di TK dari dulu sampai sekarang pun kita slalu bersama-sama. Entah disaat duka maupun suka kita slalu bersama. Udah seperti sepasang kekasih aja ya.. Tapi.. ini semua hanyalah sebatas persahabatan antara Nitalia dan Aji. ••• "Kenapa ji, kenapa...? Kenapa kau tega membuatku seperti ini, apa salah aku sama kamu, apa ji.. apa...? Hiks hiks?" Teriak ku di tengah derasnya awan bermain air. ... ... ... Begitu kagetnya diriku, karna ku rasa tubuhku tak dapat merasakan rintik hujan lagi, tapi telingaku masih yakin ini masih hujan. Ku masih memejamkan mata. Ternyata ada suara sosok cowok yang berada di dekat ku. Apa yang terjadi sama Nitalia sama Aji dan.. Siapa sosok cowok yang melindungi Nitalia dari derasnya hujan itu. Yuuk langsung cekidot ke cerita author ya.. ••• Maaf ya kalo masih banyak kekeliruan, karna author yang satu ini pemula.. hehe Happy reading gaes
All Rights Reserved
#157
kangen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • Extraordinary Love {COMPLETE}✓
  • Hide Feelings〔✔〕
  • I LOVE RAIN🌧
  • Berjuang untuk Bertahan [Completed]
  • BEDA DUNIA
  • SOMEDAY ✔
  • Love Itu SHIT [Revisi Tamat]
  • Rannia√

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines