POSESIF (When I Met You)

POSESIF (When I Met You)

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2024
[Cerita ini sudah menjadi draf penulis sejak tahun 2020. Baru siap dipublikasikan di Wattpad pada tahun 2024. Menerima segala kritik & saran dari pembaca, agar penulis bisa membuat cerita yang lebih baik lagi! With Love, A ♡] ENJOY, happy reading ⸜(。˃ ᵕ ˂ )⸝♡ --- po·se·sif /posésif/ : bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu. Sering mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan dengan mantan-mantannya terdahulu, membuat Aileen berubah menjadi manusia posesif. Lalu, waktu mempertemukannya dengan Bian---murid pindahan di sekolahnya. Bian dengan segala pesonanya mampu membuat Aileen jatuh cinta pada pandangan pertama. Hampir semua cara dilakukan agar Bian menjadi miliknya. Aileen hanya ingin, hubungannya dengan Bian tidak boleh gagal seperti sebelumnya. Sifat posesif di dalam diri Aileen pun muncul secara perlahan dan secara tidak sadar membuat mereka berdua terluka. ••• copyright©2020-All Rights Reserved by Anisa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Kalaya [END]
  • POSESSIVE ARVIN [GS 2]
  • Sad Girl
  • Shadowlight In Bloom
  • POSESSIVE | [TSC#1] (COMPLETE)
  • Starlight (Sudah Terbit)
  • Posesif (Ex)Berandal [ COMPLETED ]
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines