Monolog Ibu

Monolog Ibu

  • WpView
    Reads 892
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2020
Naskah monolog, untuk drama/teater. Terinspirasi dari naskah teater "Isi Hati Amak" yang dimainkan oleh Teater Alir PKN STAN. Sinopsis Lebaran ketiga tanpa sang anak. Ibu, di usia yang senja, lagi-lagi harus merayakan lebaran seorang diri. Ibu memang bersikukuh tinggal di desa, karena disitu semua kenangannya berada. Mau tak mau ia harus hidup jauh dari anak. Tak banyak yang diinginkan ibu di usianya saat ini. Hanya kunjungan anak semata wayangnya di lebaran kali ini, karena mungkin akan menjadi lebaran terkahir ibu. Bukan tulisan yang bagus, semoga bisa dimainkan dan dipanggungkan. Kalau readers mau pakai, izin di komentar ya. Saya senang kalau tahu naskah ini dipakai.
All Rights Reserved
#37
monolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Masih Berdetak
  • Mama! [✔️]
  • Rindu rumah [END]
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Diary Dodol Amah
  • anak adalah maut(ohmnanon)
  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • 𝐁𝐮𝐢𝐥𝐝 𝐉𝐚𝐧𝐧𝐚𝐡 𝐰𝐢𝐭𝐡 𝐘𝐨𝐮
  • ratapan hati seorang ibu

Pagi itu, Azka duduk seperti biasanya di teras rumahnya sambil meminum teh. Namun, pagi itu kejadian tak terduga datang dengan tiba - tiba. Seketika nyawa Azka diujung tanduk. Syukurnya Azka masih mendapat kesempatan kedua. Namun kini, hari - harinya tak sama. Sesuatu selalu membatasi aktivitasnya hingga dia berada di titik keputusasaan. Tapi untungnya, selalu ada orang - orang yang memberinya semangat hidup sehingga dia kembali bangkit

More details
WpActionLinkContent Guidelines