Monolog Ibu

Monolog Ibu

  • WpView
    LECTURAS 891
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, may 22, 2020
Naskah monolog, untuk drama/teater. Terinspirasi dari naskah teater "Isi Hati Amak" yang dimainkan oleh Teater Alir PKN STAN. Sinopsis Lebaran ketiga tanpa sang anak. Ibu, di usia yang senja, lagi-lagi harus merayakan lebaran seorang diri. Ibu memang bersikukuh tinggal di desa, karena disitu semua kenangannya berada. Mau tak mau ia harus hidup jauh dari anak. Tak banyak yang diinginkan ibu di usianya saat ini. Hanya kunjungan anak semata wayangnya di lebaran kali ini, karena mungkin akan menjadi lebaran terkahir ibu. Bukan tulisan yang bagus, semoga bisa dimainkan dan dipanggungkan. Kalau readers mau pakai, izin di komentar ya. Saya senang kalau tahu naskah ini dipakai.
Todos los derechos reservados
#4
naskahdrama
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Yang Masih Berdetak
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku
  • Diary Dodol Amah
  • ILUSI dan MIMPI
  • I love you, Mas Duda
  • ARGANNISA (HIATUS)
  • 𝐁𝐮𝐢𝐥𝐝 𝐉𝐚𝐧𝐧𝐚𝐡 𝐰𝐢𝐭𝐡 𝐘𝐨𝐮
  • Surga yang Harus ku jaga
  • ratapan hati seorang ibu

Pagi itu, Azka duduk seperti biasanya di teras rumahnya sambil meminum teh. Namun, pagi itu kejadian tak terduga datang dengan tiba - tiba. Seketika nyawa Azka diujung tanduk. Syukurnya Azka masih mendapat kesempatan kedua. Namun kini, hari - harinya tak sama. Sesuatu selalu membatasi aktivitasnya hingga dia berada di titik keputusasaan. Tapi untungnya, selalu ada orang - orang yang memberinya semangat hidup sehingga dia kembali bangkit

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido