Monolog Ibu

Monolog Ibu

  • WpView
    LECTURAS 891
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, may 22, 2020
Naskah monolog, untuk drama/teater. Terinspirasi dari naskah teater "Isi Hati Amak" yang dimainkan oleh Teater Alir PKN STAN. Sinopsis Lebaran ketiga tanpa sang anak. Ibu, di usia yang senja, lagi-lagi harus merayakan lebaran seorang diri. Ibu memang bersikukuh tinggal di desa, karena disitu semua kenangannya berada. Mau tak mau ia harus hidup jauh dari anak. Tak banyak yang diinginkan ibu di usianya saat ini. Hanya kunjungan anak semata wayangnya di lebaran kali ini, karena mungkin akan menjadi lebaran terkahir ibu. Bukan tulisan yang bagus, semoga bisa dimainkan dan dipanggungkan. Kalau readers mau pakai, izin di komentar ya. Saya senang kalau tahu naskah ini dipakai.
Todos los derechos reservados
#57
teater
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surga yang Harus ku jaga
  • Rindu rumah [END]
  • ILUSI dan MIMPI
  • anak adalah maut(ohmnanon)
  • Mama! [✔️]
  • Sepasang Mata Menatapku Dari Surga
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Hukum Cinta [ SELESAI ]
  • I love you, Mas Duda
  • Wedding on Paper ✓Tamat

Bagiku ibu sosok yang luar biasa saja ,tak begitu istimewah.Kalaupun ibu mengerjakan apapun demi aku anaknya ya wajar saja,bukankah itu kewajiban sebagai seorang ibu? Namun kiranya Tuhan membunuh keangkuhanku selama ini sebagai seorang artis yang sedang 'naik daun' wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan sepenuh jiwa raganya itu. pagi itu... Aku temukan guru di jalanan tanpa ku sangka dan ku duga.Sosok pribadi sederhana yang begitu istimewah dimata sombongku.Seorang gadis kecil yang berumur 9 tahun yang cukup membuatku terpaku mati kata,oleh sebab kalimatnya sukses menamparku dengan keras. "Aku ingin menjadi ibu dari ibuku'.....kata kata dari bibir mungil siti,begitu kuat terngiang di kedua telinga,membuat kepalaku berat dan terus menerus memikirkannya.sorot sendu sayu matanya begitu menusuk dalam renung kalbuku,membuatku terus termangu.Siti penuh ketabahan marawat sang ibu yang menderita gangguan jiwa. mengais rejeki-nya,dengan terus setia menjaga ibu nya dengan segenap cara sederhananya.Betapa selama ini aku sangat besar kepala dengan kedunguanku.... membantah IBU... Yatuhan... jika ada kata yang melebihi kata maaf,aku akan terus ucapkan untuk IBU.... cover by.SEAN HASYIM

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido