MeTaFoRa : Waiting Time

MeTaFoRa : Waiting Time

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, May 21, 2021
MeTaFoRa, begitu mereka menyebut dirinya. Sebenarnya itu diambil dari cuplikan nama masing-masing. Tapi tanpa sadar menjadi mirip seperti artinya secara khusus, majas Metafora. Kehidupan mereka menjadi terlihat berbeda meski sebenarnya mereka tetap diri mereka sendiri. Kisah mereka yang seolah rumit ketika dihadapi secara pribadi menjadi kisah yang lebih rumit lagi namun dengan kadar beban yang berbeda. Berbeda karena kini kisah itu dibagi rata pada ke-4 manusia yang siap berbagi rasa. Ke-4 gadis itu dipertemukan dalam satu kamar asrama dalam angka 23. Flocia, salah seorang gadis diantaranya menyebutnya sebagai takdir. Ia berprinsip bahwa ketika sesuatu terjadi 2 hingga 3 kali maka akan ada yang ke-4 dan itulah takdir. Baginya 23 mengartikan pertemuan mereka akan membuat mereka terikat satu sama lain. MeTaFora berpusat pada kehidupan 4 gadis dengan kisah masing-masing dalam kronologi waktu yang bertautan. Waiting time menjadi waktu paling berarti bagi Meinar.
All Rights Reserved
#660
campus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Destiny ✓
  • BLOOMING [END]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Forced to be Yours
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • Love Letters [END]
  • MOODBOSTER [SUDAH TERBIT]

Dilema Cinta yang Tak Terucap adalah sebuah kisah tentang dua hati yang saling berperang dengan perasaan, namun enggan mengungkapkannya. Ardan, seorang pemuda yang terlalu keras kepala untuk mengakui perasaannya, dan Elena, gadis yang lebih suka bersembunyi di balik kebohongan kecil daripada mengungkapkan ketakutannya akan cinta. Kisah ini mengisahkan perjalanan mereka yang penuh gelak tawa, pertengkaran, dan juga momen-momen manis yang tak terduga. Dari mulai percakapan ringan, canda tawa yang penuh jebakan, hingga konflik hati yang datang silih berganti. Tak jarang, mereka merasa terjebak dalam kebingungannya sendiri, saling menjaga jarak meskipun perasaan itu terus tumbuh tanpa bisa dipahami. Seiring berjalannya waktu, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa tak semua yang mereka inginkan bisa terjadi sesuai dengan harapan. Mereka berusaha memperbaiki diri, menyembuhkan luka lama, dan berusaha menyeimbangkan perasaan yang semakin dalam. Namun, di balik itu semua, mereka percaya bahwa takdir akan mempertemukan mereka kembali, meskipun jalan menuju kebahagiaan tak selalu mudah. Saat perasaan itu semakin dalam, Elena mulai bertanya-tanya: bisakah perasaan yang lama terkubur begitu saja? Apakah Ardan akan selalu menganggapnya hanya sebagai penyembuh sementara, atau mungkinkah ada kesempatan untuk mereka berdua? Di sisi lain, Ardan juga terjebak dalam dilema yang tak terungkapkan-perasaan yang mengikatnya antara rasa ingin menjaga jarak dan keinginan untuk lebih dekat dengan Elena. Apa yang akan terjadi ketika dua hati yang terluka dipertemukan oleh takdir yang asing? Bisakah cinta tumbuh di tengah kebingungannya, atau justru semakin menghilang saat mereka berusaha untuk mengungkapkan semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines