We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mala
  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 11, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau nanti kita mati, surga kita beda nggak ya?" kata-kata itu terus terngiang ditelingaku beberapa hari setelah membacanya di media sosial. Aku tidak mengerti, seperti ada perbedaan jauh antara surga yang satu dengan surga yang lain. Ada sisi melankolis didalamnya, seperti perasaan patah yang tidak berhasil disambung lagi, atau kesedihan karena tujuan yang berbeda. Aku sendiri ada diantara daun-daun gugur yang enggan untuk membusuk. Sudah saatnya jatuh, menguning, dan mati namun enggan untuk meneruskan seleksi alam dalam pengulangan. Aku lelah terus berusaha tertawa lepas, sedangkan didalam hati ada perasaan yang tak bisa sekedar diungkapkan begitu saja. Aku lelah pura-pura bahagia, sebab pergimu nyatanya jadi luka. Melepasmu adalah dua sisi mata koin, ada diantara benar atau salah, ada diantara pilihan paling bijak atau pilihan paling buruk yang pernah kubuat. Bukan tentang kenapa aku bimbang untuk memutuskan sesuatu, lebih kepada karena aku tak pernah benar-benar bisa memutuskan kemana kita akan berjalan, dan kenapa kita harus berjalan, beriringan. Kau adalah benang merah yang masih kupegang hingga saat ini, sedangkan aku hanya sisa-sisa kenangan yang berhasil kau lupakan.
All Rights Reserved
#279
mala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Izinkan Aku Mengisi Hatimu
  • Falling To Pieces
  • 2 MONTH [Complete]
  • DikaRanggi
  • my story
  • ALISHA (end)
  • Echoes Of Goodbye (END)

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines