PSICHO GIRL

PSICHO GIRL

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2020
" nanti kalau punya anak nggak bakal gue biarin hidup susah" kata Maya dengan ceria. "emang lo mau nikah?"tanya Sea Maya menggeleng membuat Sea mendengus. "terus gimana ceritanya lo mau punya anak?" "emang kalau mau punya anak harus nikah?" ___________________ Kisah Maya, gadis jelek, nggak pinter-pinter amet, nerd, miskin nggak bisa ngapa-ngapain atau bisa di bilang Manusia tanpa guna. jangan mengira bahwa Maya adalah sosok yang penakut dan kriteria cewek sabar NO.. hampir sifat jelek semua miliknya. Tapi satu... Maya sangat menyadari tentang sifatnya itu dan berharap bisa menghilangkannya sedikit demi sedikit. ___________ FOLLOW DULU BEBS!!!
All Rights Reserved
#700
cupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Fear Of Abandonment
  • Human Living (Slow update)
  • DISA | broken
  • OUR PROMISE
  • Alinka's Story! [Completo]
  • Promise or Leave
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • MY SWEET DUDA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines