Tapi Bukan Aku

Tapi Bukan Aku

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
Aku menangis. Aku menangis untuk diriku sendiri. Karena, sampai sekarang, aku tidak cukup mampu untuk melupakanmu. Hatiku seperti bunga yang bermekaran, ketika kamu menyunggingkan senyum lucu di sudur bibirmu saat menatapku. Tapi, hatiku seperti bunga yang gugur saat kamu tidak memerdulikan keberadaanku. Really, I feel we were so beautiful. But, the reality is we were so tragic. ©L o v a d e
All Rights Reserved
#520
jatuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Cinta Dua Waktu
  • Verronica (COMPLETED)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Halaman Hidupku
  • You Are Mine [Terbit]
  • Disaster In Feelings
  • Rendezvous
  • Where Is My Happiness ?
  • Friend's Zone's

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines