Apa Kabar Luka?

Apa Kabar Luka?

  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
Berisi beberapa senandika tentang luka. Yang terkadang beberapa luka memang harus diajak berdamai dengan cara tertawa bersamanya. Yuk simak habis, luka-luka yang saya alami. Coretan ini ditulis dalam rentang waktu acak dan berbeda-beda. Tentunya sesuai suasana hati dan pikiran saya sewaktu itu. Jangan lupa, merasakan bukan berarti pernah mengalaminya, ya! Tidak semua hal seperti itu, 🙂 Up to date setiap saat. Sehari bisa dua tiga tulisan, tidak tentu. Pantengin terus ya 😉
All Rights Reserved
#27
laugh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • FRIENDzone (Completed)
  • Putralisha~
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Kamu: Malaikat Hati
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Welcome Heart (SELESAI)
  • Bukan Kita D.A.N
  • Amor Est Poena -TS(1) SUDAH TERBIT
  • Antagonis
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines