We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hai, Lim Hyunsik [√]

Hai, Lim Hyunsik [√]

  • WpView
    Reads 3,099
  • WpVote
    Votes 273
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 23, 2020
WpInfo
Fanfic
[Fanfiksi ini akan dikembangkan menjadi novel orisinal] Pernahkah, sekali saja di sudut malam kau berterima kasih atas segala usaha yang telah kau lakukan tiap hari? Paling tidak, setiap kau melakukan sesuatu yang terbaik, pernahkah kau berpikir betapa hebatnya dirimu? Lim Hyunsik tidak pernah tahu bahwa bebannya kian menumpuk. Dia hanya menjalani hidup, makan karena butuh, bekerja karena harus, dan tersenyum sebab orang lain tersenyum. Bukan murni untuk diri sendiri. Tiada suka, atau sesuatu yang disebut membanggakan. Manusia memiliki kesedihan mereka masing-masing, tapi hanya sedikit dari mereka yang mau menghibur diri secara mendalam. Tiap manusia juga punya luka tersendiri, dan sekali lagi, hanya ada sedikit dari mereka yang menyembuhkan luka tersebut, termasuk Hyunsik. Laki-laki itu terlalu banyak mengabaikan diri sendiri, sehingga membangun dinding pertahanan yang tidak kokoh sama sekali. Lim Hyunsik bisa menyembuhkan orang lain, tapi tidak pernah bisa menyembuhkan diri sendiri. Hyunsik hanya tidak sadar, bahwa sakit yang dialami lebih parah dari sakit fisik pasiennya. Sampai suatu ketika, Hyunsik bertemu anak laki-laki yang mengikuti kemana pun dirinya pergi. HAI, LIM HYUNSIK SINCE2020 COPYRIGHT©ILESTAVAN
All Rights Reserved
#29
loveyourself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PARADIGMA
  • Self Injury's(complete)✔
  • Miracle of Accident✔️
  • Lunarcas
  • Cold Like You [END]
  • COASS COOPERATE 4.0 (Part of 2.0 and 3.0)
  • 30 DAYS
  • WITH YOU?! END√
  • Sebab-Akibat (Weishin) [End]

[ Completed ] Ada satu titik dimana ia merasa begitu beruntung, mempunyai segala yang orang lain tak punya. Namun, ada satu titik pula ia merasa begitu sial, tak ingin melanjutkan hidupnya. Ia ingin kebebasan, sebuah fatamorgana yang hanya bisa tercipta lewat kepala. Ia benci dikekang, sebuah realita yang selalu terlihat di depan mata. ❝Lo nggak tahu rasanya jadi gue, senang dan depresi disaat yang bersamaan. Garis hidup apa yang Tuhan takdirin buat gue? Kenapa nggak masuk diakal, huh?❞ Sejenak, Taehyung menghembuskan napasnya, memejam lalu menatap mata gadis itu dalam. ❝Garis hidup itu abadi. Tinggal gimana kita tambahin bumbu-bumbunya aja. Mau coba bahagia bareng gue?❞ Jennie membeku ditempatnya. Pun mereka tak pernah tahu, dua orang musuh yang selalu bersaing, bisa bersatu dalam ikatan yang sering orang sebut; Cinta. ••• ©𝙩𝙖𝙚𝙘𝙖𝙭, 2019 [𝘽𝙏𝙎 𝙁𝙖𝙣𝙛𝙞𝙘𝙩𝙤𝙣 - 𝙆𝙞𝙢 𝙏𝙖𝙚𝙝𝙮𝙪𝙣𝙜 𝙀𝙙𝙞𝙩𝙞𝙤𝙣] [𝘽𝙇𝘼𝘾𝙆𝙋𝙄𝙉𝙆 𝙁𝙖𝙣𝙛𝙞𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 - 𝙅𝙚𝙣𝙣𝙞𝙚 𝙆𝙞𝙢 𝙀𝙙𝙞𝙩𝙞𝙤𝙣]

More details
WpActionLinkContent Guidelines