Growing Up

Growing Up

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 12, 2024
Berproses, tumbuh dan menjadi dewasa. Bukan berisi cerita hanya sebuah bab perjalanan tentang berproses, tumbuh dan menjadi dewasa. Bab yang mungkin akan terasa sakit, sedih, pilu dan takut menjadi sebuah keberanian dan tangguh. Di Bab ini, kita akan sama sama mengarungi samudra yang lebih luas dan menantang. Dalam fase quarter life crisis mungkin akan menjadi begitu berat dan benar benar hampir dialami semua remaja menuju dewasa diumur 20+. Tidak apa apa kamu tak sendiri. Mari mampir barangkali kita cocok :)
All Rights Reserved
#26
berani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bayang Keabadian ✔
  • Mental Disease
  • Breathe
  • UNREQUITED LOVE
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Full Of Scratches
  • King's Obsession (Complete)
  • ON REMEMBERING
  • Great Expectations (Charles Dickens)
  • Rasa Tanpa Kata

Semesta selalu punya cara memberikan kita sebuah kejutan. Jalinan asa yang tak pernah diduga sebelumnya membawa kita pada masa yang baru. Saling berbagi rasa hingga mengungkapkan segala keluh kesah. Nyatanya masih banyak rahasia yang sengaja disimpan rapat oleh semesta. Kita hanyalah sebuah kebetulan yang dipertemukan untuk mengurai rasa sakit yang membelenggu jiwa. Siapa yang menyangka, rasa yang sudah tumbuh terlalu dalam ini akan menyakiti banyak pihak. Semesta benar-benar sangat tahu untuk membuat kita sadar, jika tak selamanya hidup hanya tentang tawa. Rasa yang tak bisa dideskripsikan bagaimana bentuknya. Berat jika dijabarkan dengan lantang. Nyatanya aku hanyalah manusia yang masih berharap jika semua ini adalah mimpi belaka. Masih menyisakan sedikit harapan untuk kita bisa bersama. Namun, apakah semesta akan merestuinya atau nantinya kita akan berpisah dengan hati yang lapang? tidak ada yang tahu masa depan itu seperti apa. Aku hanya berharap kita mampu berdamai dengan segalanya. Gemi Nirwasita Abiyasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines