JUST IN TIME

JUST IN TIME

  • WpView
    Reads 26,193
  • WpVote
    Votes 2,534
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 30, 2020
Katanya, kebetulan yang terjadi berulang-ulang, adalah takdir. Writer's Note : Hai, first timer here! Semoga cerita ini bisa diterima dan bisa buat bahagia hehe. Jadi, cerita ini benar terinsiprasi banget dari Iqbaal dan Vanesha, tapi pengembangan ceritanya tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan pribadi mereka atau apapun ya, termasuk semua nama dan tokoh yang diceritakan disini. Sebenarnya waktu mau posting cerita ini, aku sempat kepikiran apakah perlu ganti nama karakter, tapi setiap kali nulis, nama Iqbaal dan Vanesha sudah terpatri di pikiranku, jadi agak susah ngebayangin ceritanya bakal kayak apa kalau nama karakternya diganti. Jadi, mohon maklum ya! Aku berjanji untuk konsisten dan bakal namatin cerita ini. Sebagai tantangan buat aku juga, sih, supaya bisa berkomitmen. Hehe. Loveee 💕
All Rights Reserved
#52
vanesha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behaviour ×IDR ✅
  • A Gift For You [END]
  • High School Love Story [Short Story]✔️
  • PROBLEMS ☁️ idr.
  • It's Ok, I love You ✅
  • Marriage Not Dating (IDR 💙 VP)
  • INSIDEN
  • TURBULANSI
  • don't fall in love with me
  • Is It What Called Destiny ?

(Namakamu) bilang kalau Iqbaal adalah segalanya. Tetapi, tetap saja dia merasa kesepian. "Lo kekanakan banget! Apa lo gak tahu Vanesha tadi minta bantuan sama gue?! Lo jangan egois kayak gini!" "Maafkan aku, Iqbaal. Aku hanya gak suka kamu berdekatan dengannya." Iqbaal tersenyum miring. "Gue gak pernah menyetujui pertunangan ini. Lo pikir gue punya perasaan dengan lo?" Setelah mengatakan hal itu, Iqbaal beranjak dari kursinya dan menatap (Namakamu) dengan tajam. "Jangan pernah lagi lo ganggu gue." Dia pun meninggalkan (Namakamu) di halaman belakang rumahnya. Sementara (Namakamu) di sana hanya bisa meneteskan air matanya. "Aku takut, Baal. Aku takut suatu hari aku bosen sama kamu." Copyright2019 by: Anindya AulRa Dipublish pada : 28 Desember 2018 Berakhir pada : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines