B I A S
  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bias ? Idol ? It's not about it It just talk about bias Seringkali kita menganggap kebenaran yang diyakini saat ini adalah mutlak, tanpa mempertanyakan kemungkinan lain dan kesalahan dari cara berpikir kita sendiri. Layaknya Yin dan Yang, di balik kebenaran tentu ada kesalahan, dan dibalik kesalahan ada sejengkal kebenaran. *** Di ruang persidangan ini terasa sangat pengap, bagaikan semua pasokan O2 dirampas oleh lelaki yang berdiri gagah disana. Tangan terikat dan ngilu di hati masih sangat segar terasa. "Berdasarkan keputusan hakim maka Saudara Damar Haris dinyatakan bersalah dan akan dikenakan hukuman penjara seumur hidup dengan masa percobaan 10 tahun" (tok tok tok) Air mataku berderai seiring suara palu yang menggema, perasaan tidak adil, sedih, kecewa dan marah bercampur dengan munculnya smirk laki-laki yang berdiri di pojokan ruangan itu. "Jika saja penguasa bisa memperbaiki sistem perekonomian dengan lebih baik dan dikuasai dengan kebijaksanaan bukan keserakahan mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi" Persetan dengan 'bias' kalian. Highest Rangking #3 perspektif #6 unfair #21 hukum
All Rights Reserved
#12
unfair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Get in the Dark  | DROPPED
  • Payback's Sweet
  • Paradise
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Masa depan yang terulang
  • Behind The Smile (TERBIT)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines