Ever
  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2026
Hitam, dekil, compang-camping, kurus, tak terurus. Itulah aku. Hidup serba kekurangan. Bahkan, mencari makan pun. Jika sangat lapar, aku mencari makanan sisa dijalanan. Terutama nasi mubazir berada ditong sampah. Aku akan mengambilnya. Demi melanjutkan hidup. Hingga suatu ketika, aku melihat layar besar menampilkan gadis kecil semringah disana. Hidup bahagia. Orang-orang menyebutnya artis. Konon katanya, jika ingin terkenal menjadi bintang televisi. Perlu mempunyai kemampuan. Bakat. Aku memperhatikan diriku dibalik pantulan kaca restaurant. Lalu kembali melihat layar besar disebut televisi. Satu pertanyaan terlintas dalam benakku. "Akankah aku merasakan apa yang pernah kamu rasakan?" Dan, tak ada yang mengetahui takdir. Jika hidupnya berubah 360° # 1 river [ 10.07.20] # 1 pemulung [ 10.07.20] # 1 ever [09.08.20] # 5 admire [15.09.20] # 1 pemulung [22.09.20]
All Rights Reserved
#57
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Mafia
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • Ini Kinanti Mas [21+]
  • Jerico Anderlino
  • President's Wife
  • Heyu : Second Gear
  • Kamu Hanya Milikku

Mati karena tersedak Boba? Sungguh itu cara yang memalukan bagi Zora, pembunuh bayaran profesional dari organisasi 'Crimson Viper'. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Rosalind von Astley-seorang putri Duke yang cantik, manja, dan sedang berada di ambang kebangkrutan karena hobi belanjanya yang gila. Rosalind dibenci semua orang, termasuk tunangannya sendiri, Grand Duke Samuel von Valerius, sang "Dinding Besi" yang dingin dan kejam. Zora hanya ingin satu hal: Hidup malas, mewah, dan pensiun dengan tenang. Tapi rencana itu berantakan saat Samuel mulai mencurigai perubahan "calon istrinya". mengapa gadis manja yang biasanya menangis histeris, sekarang bisa menumbangkan pembunuh bayaran. "kau bilang kau hanya suka uang, Rosalind. tapi kenapa saat kau memegang senjata, matamu terlihat lebih hidup daripada saat melihat tumpukan emas?" Bagi Zora, cinta itu mahal. tapi nyawa musuh? Harganya hanya sepuluh ribu koin emas per kepala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines