Gelap

Gelap

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 30, 2021
Assalamualaikum Wr.Wb Buku "Gelap" karya daWahid ini berisikan tentang karangan cerita singkat tentang segala sesuatu yang berunsurkan horor, mistis, dan thriller. Semoga karya ini bisa menghibur Wahiders sekalian, sesekali rileksasi syaraf dengan imajinasi yang menggelapkan. Selamat membaca karya daWahid dengan judul "Gelap". Jangan lupa untuk follow, tekan bintang, dan komen dikolom komentar, antusias Wahiders adalah nutrisi yang diperlukan dalam tumbuh kembang karya-karyanya." #SalamBahagia @daWahid (Note: *Bagi Wahiders yang mengutip puisi dan sajak pada karya ini, hendaklah mencantumkan nama penyair nya. Sebagai bukti apresiasi terhadap karya-karyanya)
All Rights Reserved
#198
gelap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • BINTANG&BULAN
  • NocturnighT
  • REINKARNASI (END)
  • don't hurt Lia (end)
  • The Nightmare Stories (Completed)
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • Gedung Kematian (END) | Cerita Akan Direvisi Kembali & Publikasi Ulang

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines