Skyscraper

Skyscraper

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 3, 2014
-Auralia Batari Pramesti- Gue gak tau mencintai lo itu semenyakitkan ini. Lo itu menurut gue terlalu easy come, easy go. Bisa gak sih lo itu ngerasain gimana sakit nya gue. Tapi gue heran sama perasaan gue sendiri kenapa perasaan sayang gue ke lo itu gak mau hilang setelah apa yang lo lakuin ke gue. Lo itu jahat! Saat gue berada di titik terlelah gue, lo baru melihat gue. Disaat gue udah pengen keluar dari drama ini lo malah balik ke kehidupan gue. -Razi Adrian Zachary- Maafin gue ra, gue tau gue salah. Gue cuma masih bingung sama perasaan gue sendiri. Gue gak berniat buat nyakitin lo kok. Gue tau minta maaf ke lo itu gak cukup buat ngilangin rasa sakit lo. Tapi cuma itulah yang bisa gue lakuin sekarang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Love To Close your eyes
  • Air Mata Cinta
  • Bad girl
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • HE'S FENLY | UN1TY
  • Second Hearts
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Gamang

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines