
"Kolonel menamai saya Mercy" "Mercy?" "Ya. Agar saya mengampuni musuh dimedan perang, untuk tidak membunuh mereka dan tidak merampas mereka dari keluarganya" "Nama yang terlalu naif untuk seukuran mesin pembunuh" "Kolonel melaknat siapa saja yang menyebut saya mesin pembunuh" "Kau tidak tau? Kolonelmu juga menyebutmu mesin pembunuh." "Saya tidak tau" "Maka dari itu jangan bersikap layaknya manusia, kau membuatku jijik" "Maafkan saya"Toate drepturile rezervate
1 capitol