Story cover for Insecure by jihanndia
Insecure
  • WpView
    Reads 2,070
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 2,070
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published May 24, 2020
"Orang terdekat adalah mereka yang paling berjasa membuatku menjadi sangat insecure seperti ini. Terutama, keluarga."

"Kamu maafin mereka? Apa kamu ga ngerasa marah atau dendam sama mereka yang udah menyakiti kamu?" 

"Bahkan sekalipun jika aku gak maafin mereka, apa semua ucapan tajam mereka yang udah terlanjur membekas ini, bakalan hilang gitu aja? Pun sebaliknya, kan?" 

"Mereka berbicara tanpa berpikir, Nathaya. Ucapan mereka mungkin bener bener melukai batin kamu. Tapi jangan sampai, hal ini yang bikin kamu terjebak dalam sebuah kata 'Insecure' kamu harus bangkit, Nathaya."

Kehidupan seorang Nathaya Zannia, selalu dihantui oleh ucapan pedas orang orang terhadapnya, yang tanpa sadar itulah yang menyebabkan mentalnya menjadi down. Bahkan mungkin sampai titik terendah. Hingga akhirnya, pernah membuat Nathaya berpikir untuk mati saja.

"Tuhan, bisakah aku mati sekarang juga?"

___

Ini bukan hanya tentang dimana orang-orang selalu mencemooh. Tetapi juga, tentang orang-orang yang selalu membandingkan kemampuan mu. 

Dan ku ucapkan, selamat datang di dunia penuh luka dan kepalsuan ini.
All Rights Reserved
Sign up to add Insecure to your library and receive updates
or
#37stress
Content Guidelines
You may also like
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
You may also like
Slide 1 of 9
𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉  cover
Paradise cover
Sejenak Luka cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
dimana janji tersebut cover
Sudut Luka Nazea cover
Nayara [ TERBIT ] cover
RUANG DEPRESI [ END ] cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover

𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 2 | 𝙉𝘼 𝙅𝘼𝙀𝙈𝙄𝙉

30 parts Complete

"Aksa.. Bahagia itu bukan perihal senyum abadi. Tapi bagaimana kamu merajut semua luka dan berdamai bersama itu semua" #1 in Terbaik [100921] @LobelyBee