Insecure

Insecure

  • WpView
    Reads 2,072
  • WpVote
    Votes 263
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 17, 2021
"Orang terdekat adalah mereka yang paling berjasa membuatku menjadi sangat insecure seperti ini. Terutama, keluarga." "Kamu maafin mereka? Apa kamu ga ngerasa marah atau dendam sama mereka yang udah menyakiti kamu?" "Bahkan sekalipun jika aku gak maafin mereka, apa semua ucapan tajam mereka yang udah terlanjur membekas ini, bakalan hilang gitu aja? Pun sebaliknya, kan?" "Mereka berbicara tanpa berpikir, Nathaya. Ucapan mereka mungkin bener bener melukai batin kamu. Tapi jangan sampai, hal ini yang bikin kamu terjebak dalam sebuah kata 'Insecure' kamu harus bangkit, Nathaya." Kehidupan seorang Nathaya Zannia, selalu dihantui oleh ucapan pedas orang orang terhadapnya, yang tanpa sadar itulah yang menyebabkan mentalnya menjadi down. Bahkan mungkin sampai titik terendah. Hingga akhirnya, pernah membuat Nathaya berpikir untuk mati saja. "Tuhan, bisakah aku mati sekarang juga?" ___ Ini bukan hanya tentang dimana orang-orang selalu mencemooh. Tetapi juga, tentang orang-orang yang selalu membandingkan kemampuan mu. Dan ku ucapkan, selamat datang di dunia penuh luka dan kepalsuan ini.
All Rights Reserved
#121
insecure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Paradise
  • dimana janji tersebut
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Eliinaa
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Behind The Smile (TERBIT)

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines