Love Hurts

Love Hurts

  • WpView
    LECTURAS 1,186
  • WpVote
    Votos 578
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 10, 2020
"Ella yang kuat, Nata cinta Ella." Tak kuasa lagi membendung, pecah semua air mata Nata yang sudah ditahan sejak tadi "Nata cengeng Ella gak suka." Ella mengusap pipi Nata yang sudah dibanjiri beribu air mata "Makan nya Ella cepet sembuh, biar Nata gak sedih lagi," ucap nya Ella menatap manik hitam milik Nata "Ella gak janji, nanti kalo Ella gak ada, Nata harus senyum terus ya, senyum tulus yang selalu Nata kasih ke Ella," "Udah diem deh Ell, gak peduli pokoknya kalo Ella pergi Nata akan ikut pergi." Nata menggenggam tangan Ella. "Kemanapun, Nata akan ikut!" Lanjutnya dengan penuh kesungguhan Mendengar nya, hati Ella berdenyut, betapa Nata menyayangi nya, tapi ia malah menyiakanya. Siapa yang bodoh disaat sepeerti ini? Kisah remaja yang saling menyatukan meski banyak badai yang mencoba meruntuhkan. Kisah perempuan sederhana jauh dari kata sempurna yang mencoba menjadi pribadi yang mencintai diri sendiri. Kisah persahabatan yang tulus. Ini bukan sembarang kisah, banyak hal yang pernah dirasakan, terpaksa dilakukan, banyak pengorbanan didalamnya. Begitu unik, semua diceritakan di kisah ini. Mau tau bagaimana jalan ceritanya? Mampir dan bacalah)) Selamat membaca sahabat.
Todos los derechos reservados
#4
minder
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • You Are Mine [Terbit]
  • FRIEND ZONK
  • Paradise
  • Hopeless
  • Regrets of Love
  • Behind The Smile
  • Favorite Wound
  • TITIK LUKA

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido