Qodaruallah

Qodaruallah

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
Dira gadis polos yang selalu jadi panutan bagi anak-anaknya Dirga seorang pria dengan mata teduh dan suara lembut ketika melafazkan ayat-ayat cinta dari-Nya Pandangan pertama yang sudah terlampau jauh masih terasa hingga membuat keduanya tak saling fokus apalagi jika terlibat pekerjaan bareng yang ntah disengaja atau tidak selalu bersama dalam satu kerjaan Apakah yang akan terjadi antara mereka berdua? mungkinkah mereka akan bersatu dengan ikatan yang halal agar tak terjadi merston setiap tatapan itu menjalar ke mata dan seluruh tubuh? Selamat membaca semoga bermanfaat mohon maaf jika banyak typo bertebaran disana sini, jangan lupa tinggalkan komen dan vote agar author lebih semangat lagi untuk menulis
All Rights Reserved
#464
hijrahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Hidden Feelings
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Raden Aluna
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Married By Agreement(TAMAT)
  • De Caelum
  • couple till jannah
  • Gus Dan Gadis Bunga (End)

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines