Rasa Kita ✓

Rasa Kita ✓

  • WpView
    Reads 36,352
  • WpVote
    Votes 1,643
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jan 28, 2026
[ ʙᴇʟᴜᴍ ʀᴇᴠɪꜱɪ ] STORY PERTAMA JADI MOHON DI MAKLUMI KALO BAHASANYA SANGAT KURANG ENAK:) "ehhh ahh stt jangan! Stop Van stop." lenguh nya ingin terbebas dari sentuhan seorang remaja. "tenang bee, nikmati saja mphh." jawab nya enteng "stop gua mohon ja jangan hiks hiks." Tangis remaja cewek itu tak pernah di dengar, malah semakin menjadi saja perlakuan Revan itu, mulutnya melumat bibir penuh nafsu dan tangan nya meremas dada Alana. "jangan Van jangan hiks hiks." "tenang bee, pasti akan nikmat" Revan menyeringai, tangan nya dia masuk kan kedalam Celana Alana. "uhhh udah basah sayang." "hiks hiks stop!!" Namun lagi lagi tak sekalipun di hiraukan oleh Revan. "bughh" "shitt! Sakit bodoh." Alana pun menendang kemaluan Revan dengan sekuat tenaga. Ini cerita Lesbian, bagi para HOMOPOBIC harap jangan BACA!!! Happy Reading. Jangan lupa vote dan coment^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY BEST FRIEND'S MOM (GXG)
  • Monster Slayer❤️‍🔥 (END)
  • SAMUDRA
  • Rasa Sakit Demi Jiwa Kecil [END]
  • The Last Stop
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • Ini Kinanti Mas [21+]
  • DIPLOMASI BATAGOR
  • Kamu Hanya Milikku
  • flowers after the rain
  • Heyu : Second Gear
  • terobsesi cinta Adik ipar
  • Lady Mafia
  • Jerico Anderlino
  • Kinanti & Kirana (On Going)
  • President's Wife
  • Tidak seharusnya .

Pantatnya membentur bagian depan meja dan tidak ada tempat lain baginya untuk pergi. Aku tidak berpikir dua kali sebelum menempelkan bibirku ke bibirnya. Ciuman itu membara, aku memastikan untuk memberikan semua yang kumiliki. Aku menggeser tangan kananku sedikit ke bawah tubuhnya, semakin dekat ke bagian atas celana panjang hitam yang dikenakannya hari ini. Aku menyelipkan jariku di pinggang celananya sebelum menghentikan gerakanku dan menggerakkan mulutku di samping telinganya. "Jangan menggoda," bisikku, lalu berjalan keluar pintu meninggalkannya dalam keadaan berantakan dan bergairah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines