Aku cukup bahagia hidup dengan kakak laki-laki ku, menyendiri di rumah tua yang hanya kami berdua tempati, aku tidak ingat dengan jelas rupa orang tua kami hanya ingatan kabur tentang ibu yang selalu membangunkanku di pagi hari.
Kakak terlalu menyayangiku, membuatku sedikit tidak nyaman namun aku menyayanginya, aku sudah terlalu bahagia hidup seperti ini.
Hingga suatu ketika aku merasa ada yang kurang, aku tidak bahagia, entah aku yang tamak atau memang sejak dulu kebahagiaan tak pernah ada dalam hidupku
Ketakutan itu kian menghilang saat umur sudah jauh pergi menjadi dewasa, tapi kehilangan juga terkadang menjadi pukulan keras seumur hidup.
Tapi apakah hidup hanya perkara takut dan ditinggalkan saja?
Kisah dua anak yang saling mengalami ketakutan dan kehilangan. Dan apakah mereka akan selalu bisa bertahan untuk hidup yang terus menyakitinya?
Note: Gambar di dalam cover dibuat dengan bantuan AI, kemudian disusun dan diedit oleh penulis.