Bian(g) Lala

Bian(g) Lala

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dengan langkah berat Lala berjalan ke arah Bundanya dan pulang ke rumah. Ketika langkahnya sudah berjarak kira kira 15 meter, ia kembali menoleh kebelakang dan mendapati Bian dan orangtuanya tengah berjalan menuju mobil mereka. Iris matanya masih mengikuti arah keluarga itu pergi, tiba tiba Bian menoleh juga kearahnya, seulas senyum tipis namun terlihat amat manis membalas tatapannya. ° ° ° Bertahun-tahun mereka menjalani kehidupan tanpa saling mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka. Banyak yang mereka lewatkan, dan itu menjadi alasan kenapa nanti kesalah-pahaman timbul diantara mereka. Sampai pada akhirnya, Bian dipindahkan ke sekolah yang juga Lala tempati. Dan disitulah awal kisah mereka yang mungkin nanti akan dibumbui masalah dan kebahagiaan secara bersamaan dan berputar perlahan lahan layaknya bianglala. © Bakteribaik 25 Mei 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • GISTARA (TERBIT)
  • ALEANGGA [On Going]
  • Looking For Love [COMPLETED]
  • MEMELUK LUKA [END]
  • AYARA [END]
  • Smiley: I'm Okay [END]
  • BIRA
  • Sudut Luka Nazea

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines