Some Secrets Are Best to be Hidden

Some Secrets Are Best to be Hidden

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Bila kadang suka berpikir, "Kenapa aku enggak boleh suka sama Pak Adam? Karena dia guru? Hanya karena profesinya? Lalu kenapa lelaki yang super sempurna itu malah ditakdirkan menjadi guruku? Dia bisa masak, dia mengerti orang lain, dia bijak, dia lucu -kadang garing, dia narsis, dan dia sabar. Semua orang suka apapun yang dia lakukan, mulai dari caranya bicara sampai bagaimana dia berjalan. Dia yang seperti mimpi di dunia nyata. Dia yang terlihat seperti film. Dan terdengar seperti lagu. Jadi, kenapa aku mendadak kehilangan hak-ku untuk suka sama lelaki se-hebat itu. "
Creative Commons (CC) Attribution
#469
adult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • Naga, Jangan Bucin!「SUDAH TERBIT」
  • Merried
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Adiksi
  • Dear.  Pak DIMAS ( Selesai )
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Everything Happens for a Reason
  • TOUCHED (End)

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines