Cinta Ku Lillah

Cinta Ku Lillah

  • WpView
    Reads 303
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
"Apa salah saya ?" tanya Nahla lirih. Ditemani rintik air hujan, dan dedaunan yang jatuh berguguran. Sepasang remaja laki-laki dan perempuan, tengah berdiri di tengah lapangan. Seragam yang sudah basah kuyup pun tak dihiraukannya. "Gue cinta sama lo," teriak Nizam. Berharap suara nya dapat didengar. "Dan itu sebuah kesalahan?" tanya Nahla. "Iya, karena dengan berani nya gue punya rasa ini ke lo," jelas Nizam. Ia memajukan langkahnya, sambil menyeka air hujan yang membasahi wajahnya. "Kamu tau 'kan? Pacaran itu gerbang menuju zina," ucap Nahla membalikan badannya. Kini mereka saling berhadapan, namun tersekat jarak. "Gue tau, dan gue hanya mengungkapkan rasa sama lo," jelas Nizam. "Afwan, tapi saya sudah berkomitmen," ujar Nahla lirih. Setelah itu Nahla beranjak pergi, dan melanjutkan langkahnya. "Tapi gue serius, La," teriak Nizam dari belakang. "Gue tau komitmen lo. Tenang aja, gue nggak ngajak lo pacaran," sambungnya lagi. "Komitmen saya? Apa yang kamu tau tentang itu?" tanya Nahla. "No couple before akad, 'kan?" tanya Nizam memastikan. "Jika kamu memang serius, datangilah Abi saya dan utarakan niat kamu," ujar Nahla. Nahla berlalu pergi, dan Nizam tak berkutik lagi. Masih berdiri, dan kini ditemani sepi. Nahla pergi bersamaan dengan hujan yang telah berhenti. -----------~**~----------- "Laki-laki yang benar mencintai, ia akan berani. Tidak mengajak pacaran, namun mengajak nya untuk menuju pelaminan." ~ Nizam Abqory Danindra. "Cinta tak selalu menuju maksiat, karena ada cinta yang justru menuju taat. Pada dasarnya rasa cinta adalah fitrah, cara mengekspresikannya pun haruslah Lillah." ~ Nahla Syakira Pradipto.
All Rights Reserved
#139
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aksara Lingga
  • Friendship In Love
  • ON SIGHT (Completed)
  • Narasi patah hati
  • BROKEN HEART [END]
  • K I N G [Completed]
  • GHAVARI

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines