On The Way Married

On The Way Married

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 13, 2021
Hidup gita sekarang berbeda dengan kehidupan nya yang dulu.semenjak ia menolong seorang cewe dari cowo yang hendak menampar si cewe yang tidak sengaja ia lihat. Gita tidak tau jika kebaikan yang ia lakukan saat itu akan berdampak seperti ini.Tapi lama kelamaan gita dan si cowo itu merasa nyaman satu sama lain. Yang penasaran sama kelanjutan kisah gita dan si cowo itu.kuyy langung di baca yahh.Cerita ini mengandung ke uwwuan dan konflik kalau cerita ini agak kurang jelas maafin Author ya karna ini cerita pertama Author, kalian jangan hujat Author kalau cerita nya kurang bagus. Jangan lupa di vote☆ Follow ig Author juga @Hadistyahh_2. Jangan lupa di follow yahh. Sekiann terima kasihh♡
All Rights Reserved
#940
kebersamaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Rannia√
  • Air Mata Elara
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Juan [REVISI]
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • REVANO UNTUK REVA
  • from me for you

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines