Hadir

Hadir

  • WpView
    Reads 540
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 9, 2021
Eksistensi. Kehadiran. Absensi. Setiap hari kita hadir di berbagai tempat dan acara. Di kantor untuk bekerja. Di kampus untuk belajar, di restoran untuk makan, di café untuk mengerjakan tugas, dan lain-lain. Eksistensimu menentukan keberlangsungan tempat dan acara yang diadakan. Kehadiranmu menjadi bagian kehidupan lingkungan di sekitar. Absensimu menjadi kepingan memori di tempat dan acara kamu berpijak. Ada hal indah dibalik eksistensi, kehadiran, dan absensi di perputaran kehidupan ini. Setiap hadir, maka ada perwujudan bahwa dirimu telah muncul di kehidupan seseorang. Dan, artinya, selama penantian kehadiranmu, seseorang itu menunggumu. Ibumu yang menunggu di rumah. Penjual gorengan di depan kantor yang sudah mengenalmu. Dosenmu yang sudah siap mentransfer ilmu. Bahkan, supir angkutan umum yang sudah biasa melihatmu di jam yang sama juga telah menunggu. Eksistensimu penting. Namun, perlahan eksistensimu memudar. Sedikit demi sedikit absensimu berkurang. Kehadiranmu mulai tak terlihat. Seiring dengan langkahmu yang menjauh. Sepi, jadi eksistensi baru saat ini. ©Copyright, 2020, sarrahnadhifah
All Rights Reserved
#8
kehadiran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOPAMINE [HIATUS]
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • Let Me Love You Longer
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • CATUR [END]
  • LUKA LILY {Revisi}
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)

Untuk lepas dari kelompok kejam yang mengikatnya, Tserain harus terlibat lebih dalam perbuatan tidak manusiawi organisasi, bekerjasama dengan seorang jurnalis yang menuntunnya, serta belajar kehidupan yang tak seharusnya dia alami. Tserain mencoba membakar perasaan yang tak seharusnya dia pendam. Kali ini dia akan membalaskan apa yang mereka rebut. Dia berjanji demi ibu dan dirinya sendiri. Hanya demi itu. Bayang-bayang kasih sayang, mereka menyembunyikan rahasia paling dalam. Habis guna, langsung dibuang. Memangnya itu yang mereka lakukan? Egoisme bukanlah hal benar. Namun jika itu satu-satunya cara, maka mereka bisa lakukan apapun untuk mempertahankan. •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• → NOT boyslove & no romance for main character. this isn't a freaking bl story, so pls jangan dimasukin daftar cerita bl kalian. i beg you all [Update: ga menentu] '⁠◔⁠‿⁠ゝ⁠◔⁠'⁠)⁠━☞ one chapter contains ≥ 800 words ✓ 💭 ⟨⟨ selamat membaca; happy reading, love. ⟩⟩ © 2025 lilifloe

More details
WpActionLinkContent Guidelines