Tentang Niskala

Tentang Niskala

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika aku menjalani hidup, aku merasa aku tidak menjalaninya. Setidaknya inilah yang tersedih. Menjalani hidup yang bahkan tak mau kau jalani. Hidup tidak, mati apalagi. Aku selalu berpikir kalau ketika sudah waktunya aku pergi, itu adalah hari- hari paling membahagiakan dari pada yang pernah ada. Aku tak memikirkan hal lain sampai suatu ketika aku bertanya, lalu ketika aku mati apa aku akan bahagia? Apa itu penyelesaian dari segalanya? Apa ketika aku mati, hidupku baru saja dimulai ? Namun semuanya tak nyata? Buku ini menceritakan tentang pertanyaan- pertanyaan sebelumnya. Tentang bagian tersedih hidup Geandra dan keraguan bahagia setelahnya. Kepergian bukan sebuah tangisan, bertahan bukan sikap ketidak-mampuan. Lakukan hari ini seada- adanya, sebelum semuanya menjadi niskala.
All Rights Reserved
#205
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Alshana
  • FIZYA
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Let Me Love You Longer
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Erlangga
  • Rasa Tanpa Kata

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines