Tentang Niskala

Tentang Niskala

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
Ketika aku menjalani hidup, aku merasa aku tidak menjalaninya. Setidaknya inilah yang tersedih. Menjalani hidup yang bahkan tak mau kau jalani. Hidup tidak, mati apalagi. Aku selalu berpikir kalau ketika sudah waktunya aku pergi, itu adalah hari- hari paling membahagiakan dari pada yang pernah ada. Aku tak memikirkan hal lain sampai suatu ketika aku bertanya, lalu ketika aku mati apa aku akan bahagia? Apa itu penyelesaian dari segalanya? Apa ketika aku mati, hidupku baru saja dimulai ? Namun semuanya tak nyata? Buku ini menceritakan tentang pertanyaan- pertanyaan sebelumnya. Tentang bagian tersedih hidup Geandra dan keraguan bahagia setelahnya. Kepergian bukan sebuah tangisan, bertahan bukan sikap ketidak-mampuan. Lakukan hari ini seada- adanya, sebelum semuanya menjadi niskala.
All Rights Reserved
#142
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Alshana
  • Rasa Tanpa Kata
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • I'm okay (END)
  • Waktu?
  • Letter From Chacha (The End)
  • FIZYA

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines