Enggan Patah

Enggan Patah

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 10, 2021
Mentari bingung harus merelakan waktunya untuk mengerjakan tanggung jawab di kepanitiaan ini atau tanggung jawab membereskan hatinya karena bertemu pria itu. Entah~ "Ri, tolong kirimin list ini ya!" "Ri, jam 7 jangan lupa upload!" "Ri, bahan persentasinya masih banyak revisi!" Huft ya gitu deh Mentari motto hidupnya sekarang "iyain aja dulu mikirnya nanti."
All Rights Reserved
#43
yeeun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Confession (告白 小说) [END]
  • High Society [END]
  • ABOUT ERINE (orine)
  • Questism x Reader : With Asya
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Tempat Bersinggah | Riki
  • I'll Take You Out! ✓ [SeungHo/2Min ft. Chan]
  • Teman Lama (Empat)
  • SHORT STORY || EXO
  • Singing Stars [Complete]

Waktu kuliah, Zhou Jingze dan Xu Sui bagaikan langit dan bumi, dua orang yang sepertinya nggak akan pernah ada di dunia yang sama. Yang satu cuek, karismatik, dikelilingi banyak orang. Yang satu lagi kalem, penurut, dan sering luput dari perhatian. Saat Xu Sui sedang belajar keras di perpustakaan, dia sering tanpa sengaja melihat Zhou Jingze terlibat dalam hubungan yang nggak jelas dengan cewek-cewek lain. Dia juga tahu betul cowok itu sering gonta-ganti pacar. Suatu malam di sebuah pesta, Xu Sui mabuk, di tengah suasana heboh, akhirnya memberanikan diri buat menyatakan perasaannya. Zhou Jingze sempat bengong sebentar, lalu senyum santai dan bilang, "Maaf ya, kamu terlalu baik." Beberapa tahun kemudian mereka ketemu lagi. Zhou Jingze masih seperti dulu, keren, percaya diri, dan selalu jadi pusat perhatian. Tapi kali ini Xu Sui udah belajar untuk menyembunyikan perasaannya dan jaga jarak. Masalahnya, Zhou Jingze malah makin mendekat, bikin Xu Sui nggak punya tempat buat kabur. Sampai akhirnya dia terpojok dan bertanya lirih, "Kenapa harus aku?" Zhou Jingze mendekat, berbisik di telinganya dengan senyum nakal, "Gak ada alasan khusus. Dulu aku aja yang bodoh." P.S: STORY IS NOT MINE

More details
WpActionLinkContent Guidelines