SAMARA

SAMARA

  • WpView
    MGA BUMASA 1,668
  • WpVote
    Mga Boto 320
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Apr 10, 2026
Bagaimana perasaanmu jika dua orang secara sekaligus menyatakan perasaannya di waktu yang hampir bersamaan? Itulah yang Samara rasakan, apa yang harus Samara lakukan? Memilih salah satu? Atau tidak memilih apapun. 🌻🌻🌻 "Apa maksud lo?" tanya Raka tajam, ia berhenti berjalan, lantas Samara juga ikut berhenti. "Enggak kok, Ara gak bilang apa apa," balas Samara gugup, Aduh Ara bego banget ih-pikirnya. "Pengecut!" "Siapa?" "Lo." "Ara gak pengecut kok!" "Coba bilang apa yang lo bilang tadi," tantang Raka, matanya menatap manik Samara. Ketika ini Raka baru menyadari kalau mata Samara itu berwarna cokelat, bukan hitam. Raka hampir terhipnotis dengan mata cokelat itu, suara Samara mengembalikan kesadaran Raka. "Pasti yang jadi pacarnya Kak Raka bosen sama Kak Raka." entah karena apa, tiba tiba nyali Samara menjadi besar. Dengan berani ia mengatakan itu di depan Raka. "Lo gak tau apa apa tentang gue! Jadi jangan sok tau!" Raka pergi meninggalkan Samara yang terdiam, untung saja suasana sekolah pagi ini masih sepi, sebelum benar benar pergi, Raka berujar, "Gue bakal pastiin lo jadi pacar gue!! Biar lo tau gimana rasanya jadi pacar gue!!" 🌻🌻🌻 Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca Cerita ini Note : Oh ya, cerita ini hasil pemikiran sendiri, terinspirasi dari kisah author sendiri, dan kisah orang terdekat author, terus yaa dikasih bumbu bumbu dikit supaya ceritanya makin asik gitu, jadi gak semuanya real, cuma inspirasi cerita aja. Mohon maaf jika cerita ini punya banyak kekurangan, author masih pemula dan harus banyak belajar lagi, jadii.. Mohon beri saran dan kritikan untuk membantu author ya. Terima kasih dan selamat membaca. Btw ini karya pertama yang author buat sendiri, baca juga cerita author yang lainnya ya...
All Rights Reserved
#593
kakakkelas
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • CLOSER
  • THE CLIMB [Completed]
  • ON SIGHT (Completed)
  • Arsyilazka
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Because I'm Stupid (End)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman