PRESMA (Presiden Mahasiswa)

PRESMA (Presiden Mahasiswa)

  • WpView
    Reads 91,253
  • WpVote
    Votes 4,128
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Wed, Jan 27, 2021
Dua aktivis mahasiswa berbeda jalur. Politik mahasiswa senantiasa mengiringi langkah mereka berdua. Mereka berada di jalur masing masing. Gedeon Pratama sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) yang senantiasa berdiri di barisan terdepan para mahasiswa dan berteriak memegang toa per-aksi menolak ketidak adilan yang mengganggap pembodohan harus segera dihapuskan. Neina Abecca dipanggil Eca jurnalis berita mahasiswa yang sibuk mengorek ketidak jujuran serta kejelekan yang ada di kampus mereka. Kedua oraganisasi ini sebenarnya sangat bertolak belakang. Apa ya yang membuat mereka saling membutuhkan? Bagaimana ketua BEM dan jurnalis berita mahasiswa dapat terbentur keadaan? Perang politik mahasiswa mewarnai perjalanan mereka berdua. Mampukah Eca berdiri di jalur kejujuran atau prinsipnya berbelok karena keadaan? *Ini kisah real anak kuliah dengan berbagai kegiatan organisasi nya dengan dibumbuhi sedikit imajinasi. MOHON MAAF SEDANG DIREVISI AGAR SEDIKIT NYAMAN DIBACA
All Rights Reserved
#47
presiden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandi Rasa
  • "HANCOK" Sepenggal Hati di Jalur Revolusi"
  • Kabinet VENUS
  • HIATUS| Exception☁️☀️ |SkyNani|
  • Quarter Love Crisis
  • Married With Presma
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • So I Married A Senior
  • Transmigrasi: Love Punch

[Bab tidak lengkap, untuk baca lengkap silakan ke Karya Karsa] "Kalau ada satu hal yang ingin aku lakukan, itu adalah mempertahankanmu. Sayangnya, aku tidak bisa, entah karena keadaan atau karena takdir yang tak terelakkan." Selama delapan belas tahun hidup di dunia, baru kali ini Berlin Ghazefa Lifen Soekotjo merasa tidak senang dengan pujian yang orang berikan. Entah karena dia merasa satu persatu hal di dalam hidupnya menjadi kebohongan atau karena calon ketua BEM kampusnya yang menilainya tidak ada bagus-bagusnya. Setidaknya hanya itu yang mampu menjadi alasan kebimbangan Berlin. Terkadang Berlin ingin meledakkan isi kepalanya yang penuh dengan bantahan atas tuduhan-tuduhan tidak jelas dari lelaki yang "katanya" akan menempati tahta tertinggi di kampusnya, Univeritas Indonesia. Jujur, Berlin ingin bersikap apatis saja. Tapi makin hari, semakin ia berusaha bersikap masa bodoh maka semakin jauh juga keterkaitannya dengan calon ketua BEM itu, Gerhana Sabrang Asegaf-lelaki keturunan Aceh-Arab yang jelas berbeda arah dengan dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa. Oleh Bella Putri Maharani (Bellazmr).

More details
WpActionLinkContent Guidelines