U-VIRUS(Undead virus)

U-VIRUS(Undead virus)

  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
Dunia hampir hancur, akibat diciptakannya sebuah virus yang mematikan. Banyak manusia yang kehilangan keluarga nya. Luka, tangisan, derita, tidak ada artinya lagi. Jika mereka tidak bisa melindungi diri maka sampai disanalah harapan hidup mereka. Mereka akan menjadi mayat hidup yang akan senantiasa menyebarkan virus ke manusia lain. ••• Ini merupakan cerita perjalanan seorang ilmuwan cantik dengan agent yg ditunjuk langsung untuk memusnahkan para zombie. NOTE : Seluruh cerita murni dari pemikiran & imajinasi penulis, termasuk beberapa istilah/nama suatu badan yang menjadi karangan penulis dan tidak berhubungan dengan dunia nyata
All Rights Reserved
#310
agent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EXTINCTION AGENDA
  • FROM SCHOOL TO CITY (END)
  • Senyap
  • No Time To Die
  • LAND OF THE DEAD [REVISI]
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • Zed-Virus
  • RED CITY : ISOLATION
  • FIGHT to SURVIVE (sedang dalam tahap revisi dan sedikit perubahan)
  • The Virus Z

🧬 Sinopsis - EXTINCTION AGENDA Manusia berpikir mereka menguasai dunia. Sampai datangnya "Agenda"-sebuah program pemurnian yang dikirim oleh ras asing untuk menghapus spesies yang dianggap tidak layak. Namun, serangan ini bukan berupa senjata atau pasukan. Melainkan infiltrasi pikiran, manipulasi realitas, dan penghancuran dari dalam. Helena, seorang mahasiswi yang tak pernah ingin terlibat perang, mendapati dirinya menjadi bagian dari konflik yang tak lagi bisa dibedakan antara benar dan salah. Kade Lin, tentara yang kehilangan segalanya, memimpin perlawanan terakhir umat manusia dengan dendam sebagai satu-satunya kompas moral. Sementara entitas asing yang mengaku ingin "mengerti manusia" justru perlahan menghancurkan batas identitas dan harapan. Di ambang kehancuran total, manusia harus menjawab satu pertanyaan: Jika kita sendiri tak tahu apa arti menjadi manusia-masihkah kita pantas diselamatkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines