Story cover for THE INTELLIGENT (END) by myname_g
THE INTELLIGENT (END)
  • WpView
    Reads 1,284
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 1,284
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published May 26, 2020
Pintar dalam pelajaran tidak segalanya, kemampuan otak satu dengan yang lainnya tidaklah sama, orang pintar juga memungkinkan untuk dihina. Pintar tidak diterapkan dalam menjalani kehidupan apa gunanya? Pintar yang sesungguhnya adalah bagaimana cara seseorang bisa menghadapi suatu permasalahan dan bagaimana orang tersebut mampu memanfaatkan keahliannya dan tidak menyalah gunakannya
All Rights Reserved
Sign up to add THE INTELLIGENT (END) to your library and receive updates
or
#38slowupdate
Content Guidelines
You may also like
Sekolah Tanpa Sekolahan by TudeSan
29 parts Complete
Sekolah menghadirkan cara-cara terbaik untuk membuat anak-anak berkembang sesuai dengan bakatnya masing-masing. Ia akan lahir kekuatan besar dalam menjalani hidup yang serba instan dan serba monoton. Meringkus semua genre kehidupan dalam dimensi yang mereka kuasai. Lalu mereka bisa survive dalam jarak yang bisa mereka rengkuh. Disisi lain sekolah bukan tempat loundry yang akan mengubah seluruh potensial mereka, lalu mengubur semua jiwa tak lurus dalam satu wadah "anak-anak sempurna", mungkin sempurna adalah kata yang paling 'menjijikan' bagi mereka yang tak sempurna. Karena sempurna tak patut tersemat pada diri kita manusia. Kita terlalu banyak melihat hal-hal yang serba sempurna, padahal banyak yang sempurna tapi tak sempurna. Sekolah sejati bukan ancaman yang akan meneror segala keterbatasan pada diri anak, Ia bisa menjadi kawan yang menyenangkan. Seperti mendengar cerita. Cerita itu tidak mengancam pikiran, ia bisa kita nikmati dalam bentuk apapun. Dan cerita yang baik adalah cerita yang mampu memikat pikiran. Kita sering menghidangkan segala jenis makanan dalam urutan Tata Boga yang 'menjengkelkan", tapi mungkin terlewat seni menumbuhkan kembangkan anak pada level yang proporsional. Mungkin kita perlu jurus maut untuk menghadapi anak-anak yang bukan zaman kita lagi. Kehangatan komunikasi, cinta yang tulus, dan motivasi yang abadi bisa memutus mata rantai keheningan, kekosongan, dan kebingungan. Yang sempat mereka jejaki dalam masa-masa tertentu. Hingga mengendap berlarat-larat dalam dimensi yang tidak sempat kita sentuh dan dekap. Lalu menjauhkan mereka dari kerapuhan dan segala turunannya. Mari kita rengkuh jiwa mereka dengan tatapan yang meyakinkan, hingga tumpah ruah tak terhingga. Melampaui fungsi algoritma yang membumbung dan rumit. Ini hanya torehan yang mencoba melihat dunia anak dari sebuah sudut yang berimbang dan tidak berat sebelah. Selamat membaca kawan. Salam Tude San.
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
BALADA KEHIDUPAN by Yoggy31
19 parts Ongoing
Tentang balada kehidupan Setiap orang tentu mempunyai cerita atau kisah hidup yang unik,bahagia, atau mungkin memuakan, tapi itu lah hidup bak drama yang tak berkejelasan dan sukar untuk ditebak, namun dibalik itu kisah masa lampau selalu menjadi topik yang renyah untuk di bahas dikemudian hari, entah itu dibahas dengan pemeran yang ada dalam kisah itu atau mungkin sebagai dongeng untuk pengantar tidur anak anak kita,misalnya. Kisah ini bukan lah kisah yang akan membuat berdecak kagum atau memberi kalian sugesti untuk menjadi lebih baik (kalau pun kalian menjadi lebih baik setelah membaca buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih). Namun kisah ini akan mengantar kalian kembali ke masa masa yang (mungkin) pernah kalian alami sendiri. Ulam tawa semesta adalah nama seorang manusia yang terlahir dari keluarga sederhana, menjalani masa kecil dengan penuh kebahagian, kasih sayang orang tua yang tak terhingga untuknya menjadikan dia seorang laki laki sedikit manja dan cengeng, memasuki usia remaja berbagai macam kenakalan remaja sudah dicicipnya, perkelahian dan tawuran seolah olah sudah menjadi olahraganya sendiri, meskipun begitu, otaknya terbilang cerdas dengan dibuktikan peringkat kelas selalu berada ditangannya, menjadi mahasiswa dan menjelma menjadi aktivis "kiri" semakin menjelaskan untuk apa dia hidup, perjudian,pertemanan,percintaan, dan kehilangan orang tersayang mewarnai jalan hidupnya, namun tuhan selalu punya kejutan untuknya, yang berhasil membuatnya selalu berucap syukur. Pesanku, ketika kalian membaca buku ini sebaiknya jangan sedang mengemudikan mobil, sebab aku tak mau buku ini di kambing hitamkan apabila kalian menabrak tiang listrik, tapi kalau mobil kalian sudah memakai sistem driver-assistance, menurutku tak apa. Salam damai dan salam hangat dariku untuk kalian dimanapun berpijak.
Alison Zhou And The Beauty Easter | Series 2 Alison Zhou | END by LaiXiaomi
60 parts Complete
Cerita ini adalah series ke-2 Alison Zhou. Ada baiknya kalian membaca series 1 dulu, supaya kalian lebih mengerti jalan ceritanya. Masih mengenai kehidupan keluarga Alison Zhou dan segala kekayaannya. Juga tentang sebuah sekolah elite yang berisikan para siswa terbaik dan juga segala permasalahan hidup mereka. ●●● "Kenapa selalu ada telur di hari Paskah?" "Peristiwa terpenting di hari Paskah bukan kemantian-Nya, tapi kebangkitan-Nya." "Maksudnya?" "Dari telur Paskah, kita belajar tentang kehidupan." "Kehidupan seperti apa?" "Kehidupan kita ini ibarat sebuah telur. Jika dipecahkan dari luar, satu kehidupan akan mati. Tapi jika dipecahkan dari dalam, satu kehidupan baru akan lahir. Jadi, jangan sampai kekuatan dari luar menghancurkan kita. Tapi biarkan kekuatan dari dalam hati kita menghancurkan segala tembok penghalang, agar kita bisa lahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik." ●●● "Ada dua penyebab orang sekolah. Yang pertama karena kewajiban dan yang kedua karena kebutuhan. Kebutuhan itu juga ada dua, kebutuhan akan ilmu dan kebutuhan akan nilai." ●●● "Benar ternyata. Memang lebih baik gue gila karena belajar, daripada gue harus gila karena dengerin omongan kalian!" ●●● "Pintar nggak berarti harus peringkat 1 di sekolah, lo cuma perlu tahu gimana cara berpikir yang benar, biar lo nggak gampang dibodohin orang-orang!" ●●● (WARNING⚠️ : Mental illnes, self-harm, hard word, violence.)
You may also like
Slide 1 of 8
Prosaic cover
Sekolah Tanpa Sekolahan cover
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
Insecure [REVISI] cover
BALADA KEHIDUPAN cover
Alison Zhou And The Beauty Easter | Series 2 Alison Zhou | END cover
My Ice Prince  cover
ZOYA (Sujud Terakhir) [End] cover

Prosaic

8 parts Complete

Mereka kira satu hal yang mereka perbuat tidak memberikan dampak sedemikian rupa. Kesalahan fatalnya membuat pribadi itu berubah seratus delapan puluh derajat. Melakukan apa yang sebenarnya yang mereka inginkan dari pribadi itu. ¤ Peter kira kesalahannya waktu itu tidak akan merubah temannya. Sisi gelap Peter waktu itu keluar, cercaan yang sebenarnya itu terungkap serta keinginannya itu dilampiaskan kepada seseorang yang tidak tahu apa-apa. ¤ Seakan tersadar akan suatu hal, Frasya mengubahnya tanpa cela. Memberikan yang mereka inginkan yang sebenarnya. Yang ada di dekatnya rupanya hanya sebuah kepalsuan. Tidak ada yang sejati seperti yang mereka katakan berulang kali. ¤ Hari dimana menjemukan itu berakhir saat kehadiran semuanya tiba-tiba menyentak serta memberikan efek kejutan. Tapi menurut pribadi itu, semuanya sudah terlambat. Kebekuan itu tidak bisa mencair dengan kehangatan yang dulu kembali. Serta kecacatan yang mereka semua beri tidak akan sembuh. Semuanya sudah dimaafkan, dan pribadi itu sudah mati rasa akan kehendak semesta yang memainkannya. Sungguh ia sangat lelah. Hari dimana menjemukan akan segera berakhir. Kamu tunggu itu.