Al (Alliegra&Alleigra)

Al (Alliegra&Alleigra)

  • WpView
    Reads 1,865
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 70
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 16, 2023
Semua telah berubah hanya dalam semalam. Tidak ada lagi ucapan selamat malam, tidak ada lagi secangkir coklat caramel dan setoples keripik kentang di ruang tengah, tidak ada lagi pesta piyama di setiap malam minggu. Anna kehilangan semua hal tentang keluarganya, semua tentang ayah telah berubah. Bahkan, nama Anna tak lagi pernah disebut disetiap hari-hari ayah. Pilar keluarga Anna telah roboh, menelan seluruh isi rumah. Bukan karena tak lagi bias diselamatkan, tapi karena mereka yang tak ingin diselamatkan. "Terimakasih untuk tujuh tahunnya ya, Ayah." "Al? Ayah sudah punya tempat pulang yang lain. Judul kisah cinta ayah dan ibu juga sudah ayah ganti. Kamu tau? Kisah itu sama dengan kisah ayah yang bersama ibu dan memiliki tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Hanya saja; di dalam kisah itu, bukan aku anak perempuan terakhir ayah" Ucap Anna. "Jangan marah sama ayah ya, Al?" "Kenapa? aku nggak suka ayah marahin kamu" Tanya Al "Karena luka ayah lebih sakit. Ayah kehilangan ibu, perempuan yang ayah cinta, separuh jiwa ayah. Dan ibu rela ninggalin ayah karena milih melahirkan aku. Jadi luka ayah lebih sakit, daripada luka yang di sini" Anna menunjuk tepat pada dadanya, tempat dimana kesakitan yang selama ini menjadi lukanya. "Sampai nanti ya, kalau hati kita sama-sama sudah membaik. Dan saat hari itu datang nanti, ayo kita bertemu lagi. Aku sayang kamu." "Alliegra?" "Kita berdua tidak akan baik-baik aja, dan hati kita tidak akan pernah sembuh jika sengan cara seperti ini" Lirih Alli. Sumber gambar : Pinterest
All Rights Reserved
#213
saudarakembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Sejenak Luka
  • Kesedihan [SELESAI]
  • BETWEEN
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

More details
WpActionLinkContent Guidelines