We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
River Flows in You

River Flows in You

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tama kembali ke rumah lamanya setelah hampir 10 tahun tidak pernah berkunjung. Tidak ada yang berubah dari rumah itu, dan lingkungannya. Masih dengan udara sejuk yang sama, debur ombak yang sama, dan pantai dengan keseruan yang sama. Tidak ada yang berkurang. Oh ternyata ada yang bertambah. Seorang gadis dengan wajah sederhana dan tatapan sejernih air. Yang membawa Tama untuk mengikuti aliran dalam hidup yang selama ini lupa untuk disyukuri.
All Rights Reserved
#53
river
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Girl
  • MALA
  • SEMPITERNAL
  • A Memory of You
  • The Chance
  • The Sky Before Secrets
  • Unpredictable Love
  • Jingga di Ufuk Barat
  • Love Story

𝐒𝐮𝐣𝐢 𝐋𝐢𝐮𝐱𝐞 𝐌𝐚𝐤𝐚𝐢𝐫𝐚, hanya seorang remaja sederhana dengan lesung pipi. Tungguー jika didefinisikan sederhana tentu saja tidak. Gadis itu adalah anak dari kalangan terpandang. Juga tentang segala isi kepalanya yang tak mudah orang lain tebak. Di usia yang masih terbilang remaja, ia pernah merasakan diasingkan oleh kedua orang tuanya ke negara dengan julukan matahari terbit selama 3 tahun karena suatu hal. Hingga tiba saatnya Suji kembali, gadis itu tidak menyangka jika takdir mempertemukannya dengan seorang 𝐉𝐮𝐧𝐠 𝐘𝐨𝐨𝐧𝐣𝐮𝐧, tangan kanan Appanya yang berusia 31 tahun. Pertemuan singkat mereka mampu menumbuhkan cinta yang dalam bagi keduanya. Sedikit demi sedikit masalah mulai menerpa hubungan mereka. Dan disaat rasa cinta mereka telah begitu dalam, kembalinya sosok 3 tahun lalu yang menjadi penyebab Suji diasingkan datang kembali, hingga membuat hubungan mereka harus merasakan terjangan ombak besar. - "Ahjussi!!" "Ahjussi jangan khawatir, Suji baik-baik saja." "Kalau Suji ga selamat, itu tandanya Tuhan lebih sayang Suji, Ahjussi." "Nonaー maksud saya Suji." "Jangan sedih, sekarang kan ada Ahjussi." "Suji-yaa~ maafkan Ahjussi, hiks! Arrghh!!" "Hiks~ Suji, kapan kamu kembali?" - Akankah mereka bisa melewati badai yang terus menerjang hubungan mereka? Atau seperti kata pepatah: 'Cinta itu butuh pengorbanan'. Pecinta sejati harus siap dengan segala pengorbanannya, bahkan menghadapi kemungkinan terburuk bila tak lagi berada di sisinya. Bukankah itu ending yang indah? Disaat salah satu dari mereka harus berkorban atas nama cinta? Be wise in reading🧸

More details
WpActionLinkContent Guidelines