Buih Kehidupan

Buih Kehidupan

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2020
"Bukan Ma,!!! Bukan harta benda dan kekayaan yang aku inginkan. Aku hanya ingin menuntut kebahagiaan dan kasih sayang dari seorang ibu untuk anaknya, aku hanya butuh belaian dan manjaan dari seorang ibu untuk anaknya yg selama 22 tahun tidak pernah sedikitpun aku rasakan. Aku anak mu Mah, tapi mengapa harus aku yang menderita dan terbuang!? " Bae Hyunbin, gadis berparas cantik dengan kehidupannya yg pahit. Akankah dia berbahagia,? Akankah dia bisa bertahan menjalani kenyataan-kenyataan rumit yg harus di tanggungnya? Ni cerita suer random banget, cuma buat isi waktu luang aja. Hehe.. Aku selingin sama Rawoong juga, karna berhubung aku juga ngeship mereka huhu TT. Selamat membaca,.... >.<
All Rights Reserved
#414
hwanghyunjin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Hidden Things [END]
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)
  • WAS
  • King of Demigod : Into The New World
  • LIGHT
  • DEPRESSION (눈물병) - EXO [finished]

[Harap follow sebelum membaca] Hyunjin Adyaksa, laki-laki 16 tahun yang terlihat bahagia didepan semua orang, padahal dia hanyalah seorang laki-laki yang rapuh dan harus menanggung beban yang berat. Tetapi kehidupan Hyunjin perlahan mulai berubah setelah dia mengenal seorang gadis yang mulai mengisi kekosongan hari-harinya. Hari demi hari, tampaknya kebahagian tidak terus menghampiri kehidupan Hyunjin. Haruskah dia memasang wajah palsunya kembali? Karena orang yang menjadi kehidupan Hyunjin perlahan mulai meninggalkannya. . . . . . . "Dikehidupan gue gak ada yang namanya pemaksaan. Gue cuma laki-laki yang mungkin berbanding terbalik sama kehidupan lo. Jadi, kalau hubungan kita gak direstui, gue gak akan maksa. Tapi biarin gue berjuang pake cara gue sendiri. Bukan maksa, tapi berjuang!" -Hyunjin Adyaksa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines