Unrepentant Remorse

Unrepentant Remorse

  • WpView
    Reads 29,540
  • WpVote
    Votes 2,489
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadMatureComplete Mon, May 24, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Ini adalah kisahku setelah memutuskan mengakhiri mimpi yang telah lama ku dambakan, akan ada penyesalan yang datang cepat atau lambat tapi aku tidak akan menyesali penyesalan itu. Ini adalah pilihanku Menanti, melalui, dan melewati banyak hal untuk menggapai mimpi ku, namun aku mulai lelah hingga memutuskan bertepi pada jalanku hingga berhenti untuk menggapainya. Penyesalan akan datang.Pasti "Aku tidak suka langit mendung seperti ini" "Kenapa?" "Karena mendung egois, mendambakan hujan namun adakalanya mendung tak menginginkan hujan. Saat langit menjadi gelap seperti ini kita bahkan tidak tau akan kah hujan turun atau matahari kembali bersinar nanti, mendung tidak memberikan kepastian" "Aku benci ketidakpastian, aku benci langit mendung dan aku benci penyesalan"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENIAL
  • Seana or Seano
  • True Love
  • Fiancé | Jeno  [Sudah Terbit]
  • AGONY VJOY (M)
  • KARAFERNELIA
  • OUR HIDDEN FAMILY 2: THE THRUTH UNTOLD
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • Mendung Tak Berarti Hujan
DENIAL

Ada kalanya perasaan itu datang bersama rintik hujan. Mengalir deras seperti butiran embun di daun ilalang. Secercah harapan terpaksa luntur karena tidak sejalan. Sang puan pun pamit pulang karena sudah tidak ada harapan. Pada akhirnya sang tuan pun menyesal karena menganggap remeh datangnya hujan. Kini sang hujan sudah tidak memeluknya lagi dimalam hari. Hujan yang dulu selalu menemaninya terlelap, hujan yang selalu ada disaat ia terjaga. Hilang, sudah menghilang, tergantikan dengan angin gersang yang menakutkan. Adakalanya mendung datang, tapi tidak bersama hujan. Melainkan bersama getaran yang begitu menakutkan. Ia rindu suasanya, ia rindu pelukannya, dan terlebih lagi ia rindu hujannya. Pelajaran untuk dirinya , bahwa semesta tidak pernah main-main dengan rencananya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines