SAGARA 2 ✓

SAGARA 2 ✓

  • WpView
    LECTURES 232,149
  • WpVote
    Votes 12,722
  • WpPart
    Chapitres 32
WpMetadataReadTerminé lun., mai 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
SEKUEL SAGARA Cowok berbadan atletis, berkulit putih dengan pandangan tajam. Kalau dahulu masih bisa tersentuh kini mustahil teraih. Sosok liar dan pemberontak. Tiada hari tanpa berkelahi, cara melampiaskan amarah yang sangat kejam. Siapa yang tidak kenal dengan Sagara Bagaskara Putra, Pentolan Brawijaya yang kemana mana selalu membawa Tongkat besinya. Perasaan bersalah selalu menghampirinya, setiap kali melihat Sagara berkelahi, ia selalu menganggap itu karena dirinya. Rahasia yang terus ia simpan sendiri membuat ia kehilangan sosok itu. Siapa lagi kalau Bukan Anggi Aurora Senja. Gadis Berbando dengan rambut hitam legam itu selalu bisa meredakan amarah Sagara. walau kini keduanya tidak lagi bersama. Lalu apa yang menyebabkan Anggi dan Sagara Putus? akankah keduanya kembali bersama setelah rahasia itu terkuak? atau malah keduanya memilih untuk memulai kehidupan yang baru tanpa melibatkan satu sama lain? Cerita ini untuk kalian yang pernah merasakan patah hati. Untuk kalian yang pernah jatuh cinta lalu meninggalkan demi kebahagiaannya. Love, Arvi ❤ - Hallo Gemoy | Sobat Arvi -
Tous Droits Réservés
#13
brawijaya
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Grafi [End]
  • Exonerate
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • Another Seyra! Antagonist Girl [End]
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Cinta Anggara(END)
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • Difficult : Ketika Sulit Untuk Mengerti Artinya Mencintai [Completed]
  • Kalaya [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu