Skenario Waktu!!

Skenario Waktu!!

  • WpView
    Reads 354
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 20, 2021
WpInfo
Poetry
Waktu... Detik, menit, jam. Membawa perubahan.. Siang menjadi malam, malam menjadi siang... Ketika malam,, Hari tanpa gelap, ada dua pasang Yang menarik perhatian,, Siapa?? Bintang dan bulan Kenapa?? Mereka indah namun, tak mampu di jangkau Ketika siang.. Hari tanpa terang, ada berpasangan pasang, diatas awan... Namun, mata ini... Enggan untuk melihat nya.. Kenapa?? Hampa dan kosong 18:48 28_05_2020 By: Revi indasari Bengkulu, 28_05_2020
All Rights Reserved
#367
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAKUNA
  • 07.12
  • Pagi
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • All The Things That Your Heart Never Heard
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Lembut Seperti Doa
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
LAKUNA

[Completed] UPDATE SETIAP HARI! Bagaimana jika Kakak dan Adik menyukai laki-laki yang sama. Keduanya saling menyayangi satu sama lain dan rela melakukan apa pun agar masing-masing dari mereka bahagia. Akankah dalam hal ini juga sama? Atau akan ada yang bersikap egois? *** Tangan dari satu laki-laki yang sedang berkumpul di sana dari tadi tidak bisa diam sama sekali, dia terus saja menggerakannya dengan tujuan bisa menekan rasa gugupnya. "Saya berniat melamar putri Ibu," ujarnya. Kedua perempuan muda yang duduk tak jauh dari sana sama-sama tersenyum dengan malu-malu. "Alanta." Senyum di salah satu perempuan itu mendadak lenyap saat mengetahui jika nama Adiknya lah yang disebutkan oleh orang yang disukainya. Detik berikutnya, Alana mencoba memaksakan senyumnya. Dia tidak boleh merisak kebahagiaan Adiknya. "Ibu sih terserah Alanta saja. Kamu gimana, Kak?" Pertanyaan Ibunya membuat Alana tersadar. "Alanta bahagia, kami bahagia." "Jadi gimana, Dek." Alanta menunduk, Alana ikut menunduk. "Ya," jawab Alanta malu-malu. Saat itu pula setetes air mata langsung jatuh ke telapak tangan Alana. *** Awal: 4 November 2020 Akhir: 27 Desember 2020 © 2020 dysmh1428

More details
WpActionLinkContent Guidelines