Seringkali cara terbaik mencintai adalah merelakannya pergi.
Dalam mencintai, Ada beberapa hal yang harus benar-benar dipahami- salah satunya, Untuk tidak memaksanya tinggal, ketika ia sudah berniat melepaskan.
Cinta bukan paksaan, bukan?
Nasihat lama pernah berkata padaku;
"jika ia tidak menjadikanmu alasan untuk tinggal, jangan menjadikan dirimu sebagai rumah"
Sekarang, aku mengerti.
Menjadi terbaik, untuk orang yang tepat.
Memberi sabar, hanya untuk orang yang bersedia menghargainya.
Kadang, cinta hanya semudah itu.
Aku hanya mau cinta yang sederhana, cinta yang selalu menjadikan aku tempat tinggalnya.
Pada bahasa ketulusan, seringkali yang dilahirkan adalah kekecewaan.
Memaknai mencintai, seringkali yang hadir adalah ikhlas untuk menerima kehilangan.
Aku selalu jatuh hati kepada caranya mencintai, pun dengan caranya pergi.
Seolah hatiku, Menjadi taman bebas untuk tempatnya bermain-main.
Kini, telah sampai aku pada perasaan paling lapang, ketika waktu telah meminta aku melepaskan sebagai salah satu cara untuk berjuang.
Pada akhirnya, kita hanya ditakdirkan sebagai sepasang sementara.
Kamu baru jatuh cinta. Dan, jutaan patah hati telah berbaris di balik pintu kamarmu. Jadi, sebelum patah hati mendobrak pintu kamarmu, aku menulis buku ini. Untukmu.
Kita akan membahas semua tentang cinta:
tentang apakah dia sedang memberikan harapan; orangtua yang tak merestui; cinta beda agama; risiko cinta diam-diam; kebohongan di balik i love you, too; kesendirian yang tak berujung.
Semuanya. Tentang jatuh cinta. Terjawab. Di buku ini.
Agar tak patah hati seperti kemarin-kemarin.