Carastya

Carastya

  • WpView
    Reads 756
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2020
• LEADER WOMEN SERIES 2 • Kehidupan seorang Cara dinilai berjalan lurus dan penuh keberuntungan. Kehidupan mewah dengan keluarga harmonis dan disukai banyak orang. Cara yang bersifat angkuh dan seenaknya mencetus orang sebagai targetnya membuatnya tak jarang dibenci, Terutama para targetnya. "Mulai sekarang, lo target Dilions." Lalu bagaimana sifat itu dipatahkan oleh dua orang sekaligus dan menemukan alasan sebenarnya? Serta datangnya orang dari masa lalunya yang mencoba menghancurkannya. Dan bagaimana dia mencapai cintanya? Dia Carastya. Leader Dilions.
All Rights Reserved
#746
semesta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Vyola ✓
  • Valdear [PINDAH KE DREAME/INNOVEL]
  • The Universe Knock My Door [SELESAI]
  • Sad girl
  • SECRET [END]✔︎
  • The Fake Prince's [Completed]
  • ZELINARKA
  • SENJA (Revisi 2023)

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines