Story cover for Did I Go To Another World and Become The Villainess?!  by Nyxilka
Did I Go To Another World and Become The Villainess?!
  • WpView
    Reads 2,757
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2,757
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 27, 2020
Aku mati....
Yah seharusnya begitu...

Tapi kenapa aku kembali hidup lagi? Terlebih lagi masuk ke dunia lain? Hal tersialnya masih berlanjut dengan diriku yang menjadi karakter Antagonis dalam sebuah Novel.

Apa yang terjadi sebenarnya?
Apa yang harus kulakukan?


***

[Dibuat dari ide sendiri, selamat menikmati]


Cover : Dari Pinterest mak :")
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Did I Go To Another World and Become The Villainess?! to your library and receive updates
or
#221lightnovel
Content Guidelines
You may also like
My Second Life Became Antagonist || END  by JiaRen006
46 parts Complete
[kata kasar berseliweran, seperti umpatan. Ganti judul, judul awal 'Antagonis Harem' jadi 'My second Life Became Antagonist'] Aruna Meldeva Xevver cewek barbar, menyebalkan dan suka julidin orang. Namun sayang seribu sayang ia harus mati karena kejadian konyol, bukannya masuk neraka Runa malah mendapati dirinya yang masuk kedalam tubuh seorang Antagonis dalam Novel dengan genre Harem, Iya harem! Kalian tidak salah baca. Ditemani dengan sebuah sistem canggih bernama 'sistem 006', Runa harus menjalani takdir sang Antagonis yang akan mati dengan tragis karena disiksa habis-habisan oleh bucin tolol si protagonis wanita. Awalnya Runa pikir ia akan hidup tenang setelah berhenti mengganggu alur cerita, namun perkiraannya salah besar. Ia malah harus berurusan dengan semua tokoh di novel itu, dan sialnya lagi ia harus terlibat cinta segi banyak oleh semua tokoh pria. "You're mine baby." "Kamu milikku." "She's mine." "Aku mencintaimu, maka sekarang dan selamanya kau hanya milikku." "Be a good girl honey." "Jangan pernah berpikir untuk kabur sayang, karena sampai ujung dunia pun aku akan mengejarmu." "Kamu cuma punyaku, nggak ada yang boleh nyentuh kamu selain aku. Ngerti by?" "Menjauh lo semua!" "Gue cuman mau kekamar mandi ban*sat bukan mau kabur!" "Hush... Hushhh, nge-fans lo pada sama gue? Maka nya deketin gue mulu?" "SESEORANG TOLONG BAWA GUE PERGI DARI NIH DUNIA! GAK KUAT GUE!" ⚠️ kalau gak suka harem mending jangan baca ya, jangan salah lapak ⚠️ ⚠️ ceritanya masih acak kadut, maklumin authornya masih pemula ⚠️ ⚠️ kalau baca minimal vote ya✨ ⚠️ Thank youu buat yang udah mampir ✨✨✨🌹🌹🌹
You may also like
Slide 1 of 7
Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG) cover
Lunara "Disconnected" cover
Dark Eyes - The Beginning of Evil cover
My Second Life Became Antagonist || END  cover
Ways for Villain to Survive cover
Aku Hanya Mau Jadi Kentang! [END] cover
Survive as Hero's Mother  (SELESAI) cover

Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)

37 parts Ongoing

Pernah gak kamu merasa kalau hidupmu sekarang itu GAGAL. Terus pernah gak kepikiran buat ter-isekai ke dunia lain sebagai kesempatan kedua. Mengulang kenyataan, menjadi karakter utama layaknya di novel-novel isekai klise. Menjadi bebas dan kuat hingga gampang ngatasin segala masalah. Bukankah rasanya... menyenangkan. Tapi sebaiknya... hei, sebaiknya jangan gegabah, karena bisa aja dunia yang baru itu bangke. Kepikiran gak kamu kalau rasa makanannya bakal hambar tanpa msg, air bersih susah nyarinya, kepingin berak? Aduh harus gali lubang. Dan yang paling repot, kamu gabisa reload, respawn, regresi atau apapun itu istilahnya. Sekali mati ya, mati. Gak ada jaminan bakal isekai lagi. Gak ada dewi OP yang bakal nge-revive kamu terus jadi partner menjelajah dunia ini. Gak ada. Belum lagi masalah nyata yang gak pernah mereka bahas. Siapa itu penjahatnya? Mana raja iblis kegelapan? Mana monster yang harus kukalahkan? Kenapa mereka tidak ada. Kenapa aku malah harus berurusan dengan mafia monster dan bukan monster beneran. Siapa yang monster sebenarnya Duh, dosa apa sih yang kuperbuat di masa lalu. Yah inilah ceritaku jadi tukang kebersihan di dunia yang kayak bangke.