Story cover for Ghost In Love by NaylaputriAjhah
Ghost In Love
  • WpView
    Reads 770
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 770
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 28, 2020
Sudah cukup sosok hantu ini membingungkan Dendra, lalu-

"K a m u"

Wushhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Angin,kilat bersamaan dengan sosok hantu itu mengeluarkan cahaya hitam. Dan anehnya hantu tersebut menghilang.

Sungguh aneh.

Dendra sangat ketakutan kringat dingin bercucuran bersama hawa panas di dalam dirinya karena ikatannya yang terlalu keras.

Seketika temannya yaitu Vallen,Braga, dan Medes datang.

Dan tunggu, sebelum hantu itu tiba-tiba menghilang dia sempat berucap 'Kamu' itu artinya yang di maksud kamu adalah Dendra.

"Dendraaa"tanya Braga dengan berlari menuju Dendra bersama
Medes.

"Dra lo gak papa kan?" Tanya Vallen lagi dengan perasaan cemas.

Namun yang di tanya tidak menyaut sama sekali.

Vallen mencoba untuk membuka tali yang diikatkan oleh hantu itu dari tubuh Dendra.

"Dra lo gak papa kan?" Ucap Medes sebari membantu Vallen membuka ikatan, dan di susul oleh Braga.

"Draa...."panggil braga karena Dendra tidak menyaut juga.

"Draa...... Dendraa !!!!" ucap Vallen menepuk nepuk pipi Dendra berkali kali.

Namun Dendra tak menyaut padahal matanya membuka atau lebih tepatnya tidak tidur dan tiba-tiba--
All Rights Reserved
Sign up to add Ghost In Love to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SAD GHOST 6 ✓ by Maknanawww123
35 parts Complete
BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨
" To Love ,To Lose " by lupyook
23 parts Ongoing Mature
Di balik langkahnya yang tegap dan wajahnya yang tenang, Nandika menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Beberapa tahun lalu, Raya pergi tanpa alasan. Meninggalkan Nandika dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab, dengan hati yang tak pernah utuh kembali. Cinta mereka hancur dalam sekejap, tanpa penjelasan, tanpa kesempatan untuk memahami. Sekarang, mereka bertemu lagi-bukan sebagai dua orang yang masih saling memiliki, tapi sebagai dua orang yang pernah berbagi segalanya. Nandika sudah punya seseorang. Hubungan yang ia jalani dalam diam, seolah mencoba membangun sesuatu di atas kepingan hatinya yang dulu hancur. Tapi yang tidak ia tahu, semuanya hanyalah ilusi yang perlahan akan runtuh. Raya masih mencintai Nandika. Tapi dia juga tahu, kesalahannya terlalu besar, lukanya terlalu dalam. Dan saat Raya mengetahui kenyataan yang tersembunyi di balik hubungan Nandika, dia sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu, meski itu akan membuat Nandika semakin membencinya. Tapi apa haknya? Dia yang meninggalkan, dia yang menciptakan luka, dan sekarang dia yang ingin menyelamatkan Nandika? Saat Nandika akhirnya tahu alasan kepergian Raya, semuanya menjadi lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan. Dendam dan cinta bercampur menjadi satu, membuatnya tak tahu apakah ia ingin Raya tetap tinggal, atau pergi untuk selamanya. 🔥 Di antara perasaan yang belum mati, luka yang belum sembuh, dan kenyataan yang terlalu pahit-apakah cinta mereka akan menemukan jalannya? Ataukah mereka hanya dua orang yang pernah saling mencintai, tapi harus merelakan? 💔 "To Love, To Lose"-karena tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan.
Hope is a dream that is doesn't sleep by DionDendelion
13 parts Complete
Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂
You may also like
Slide 1 of 10
SAD GHOST 6 ✓ cover
YOUNG CEO AND BAD GIRL cover
Entwined by fate || BXB cover
The Flowers Gengs cover
Dunia lain cover
" To Love ,To Lose " cover
Hope is a dream that is doesn't sleep cover
Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI cover
CINTA ITU INDAH YA? cover
PACARKU ADALAH HANTU (TELAH TERBIT) cover

SAD GHOST 6 ✓

35 parts Complete

BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨