MAIN YUK!!
  • Reads 95
  • Votes 39
  • Parts 9
  • Reads 95
  • Votes 39
  • Parts 9
Ongoing, First published May 28, 2020
HIATUS


[Slow update] 

"Kakak Aku kesepian.. Kita main yuk"Anak kecil itu menunduk,Deira menatapnya penuh selidik.

"Apa mau mu? Dimana teman-teman ku?"Bentak Deira marah,Anak itu mangangkat kepalanya lalu tersenyum sinis.

"Ngak boleh bentak-bentak.. Aku masih kecil loh"Seru anak itu dengan tangan kanan memegang pisau dan tangan kiri yang sedang mengelus-elus pisau tersebut.

"DIMANA TEMAN -TEMAN KU?"bentak  Deira kali ini kehilangan kesabaran dengan hantu anak kecil ini.

"Ssssttttt... "Anak itu meletakan jari telunjuknya didepan bibir nya menyuruh Deira  diam."mereka.. Mereka baik-baik aja kok.. Tapi.. "Anak itu mengantungkan kalimat nya membuat Deira penasaran. 

"Katakan cepat"

"Jangan buru-buru donk kakak"anak itu tersenyum sinis lalu mendekat.

"Brengsek "maki Deira membuat anak itu tertawa geli. 

"Tapi.. Mereka akan mati sebentar lagi.. Begitu juga kakak. 
.... Kalian semua... Akan.. MATI"

"AAAAKKKKKKHHHHGGG.... "

Langsung baca >>>>
All Rights Reserved
Sign up to add MAIN YUK!! to your library and receive updates
or
#264villa
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Stadiun Berdarah cover
Pesan Terakhir cover
VAMPIR (HAECHAN HAREM) cover
Teror Buto Ijo cover
WULAN SEASON 2 : SUMUR PATI [Pageblug Di Desa Kedhung Jati 2] cover
indigo cover
MISTERI LORONG SEKOLAH [PROSES REVISI] cover
ALSAKI cover
[✔] Sixth Sense cover
DISUKAI JIN PELINDUNG ANAK ASUH cover

Stadiun Berdarah

40 parts Ongoing

Banyaknya darah adalah bukti bahwa pertarungan pernah terjadi di sini. Tujuannya datang ke Indonesia adalah untuk memastikan hal itu. Nama orang ini adalah Asano Takatou, Seorang peneliti yang berasal dari Jepang. Kira-kira sepuluh tahun yang lalu, saat Asano masih kelas satu SMA, ada sebuah kejadian berdarah di sebuah stadiun sepak bola di Indonesia yang mengharuskan stadiun tersebut ditutup paksa oleh pihak yang berwenang. Kejadian itu sempat menjadi ramai diperbincangkan di dunia sepak bola, bahkan mendapat dukungan moral dari berbagai klub internasional. Namun, yang namanya berdarah tentunya tidak indah. Banyak orang yang melewati stadiun ini dan merasakan berbagai macam kejanggalan. Asano yang saat ini berumur 25 tahun dan sudah menjadi peneliti ternama di Jepang, tertarik untuk meneliti hal ini dan keinginannya itu disetujui oleh pemerintah Jepang. Asano pun segera terbang ke Indonesia untuk memastikan apakah stadiun tersebut banyak mengalami hal aneh seperti yang dirumorkan?