Suami Rasa Abang!

Suami Rasa Abang!

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Delia menuruni anak tangga dengan senyuman. Nampak Ray yang tercengang melihat penampilan Delia. "Kamu make up-pan?" tanya Rayhan. "Iya, kenapa? Cantik kan Neng?" Delia tersenyum manis kepada Rayhan. "Tapi lebih baik kamu tampil apa adanya aja. Gak pantes pake make up kaya gitu. Kamu itu masih kecil." Nampak raut kekecewaan di wajah Delia. Dalam hati Delia merasa sedih. Usahanya tidak dihargai oleh Rayhan, suaminya. 'Padahal, Neng dandan kaya gini teh buat Aa Ray.' batin Delia.
All Rights Reserved
#118
delia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Balik
  • SELA ta KEY [END]
  • " To Love ,To Lose "
  • PENGORBANAN KETIGA
  • CUCU BUNGSU MAFIA (Tamat And Lengkap)
  • Langit Yang Tak Lagi Biru
  • Kenapa Harus Aku [Completed]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Aksa Amerta
  • tentang sebuah rasa

Di balik kemewahan dan kesempurnaan keluarga Ananda, ada rahasia yang tersembunyi dalam bayangan. Lea dan Deka, dua anak kebanggaan yang hidup dalam sorotan, tumbuh dengan segalanya-harta, nama besar, dan ekspektasi yang menyesakkan. Tapi di balik mereka, ada Denzkiya, anak yang seharusnya tidak pernah ada. Lahir dengan kekurangan, dipandang sebagai cacat dalam garis keturunan yang sempurna. Deka selalu hidup di antara kenyamanan dan keterpaksaan. Dia bukan yang paling dibanggakan, tapi juga bukan yang dibuang. Dia hanya mengikuti arus, menjalani peran yang diberikan tanpa benar-benar mempertanyakan. Sampai dia bertemu Kirana-gadis yang hidupnya jauh dari istana megah, tapi memiliki sesuatu yang tidak pernah Deka rasakan: kehangatan tanpa syarat. Dari Kirana, Deka mulai melihat betapa rapuhnya istana yang selama ini ia tinggali. Betapa keluarga yang tampak sempurna itu sebenarnya dipenuhi retakan yang siap runtuh kapan saja. Dan di tengah semua itu, ada Denzkiya-seseorang yang tidak butuh simpati, tapi ingin diakui sebagai bagian dari mereka. Namun, tidak semua orang yang hidup dalam gelap ingin diselamatkan. Kadang, ketika cahaya terlalu terang, itu justru menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines