MISTERI BELAKANG LAWANG

MISTERI BELAKANG LAWANG

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2020
"Ampun tolong, sakit"pekik Rania ketika rambut nya ditarik kuat oleh orang orang di depannya. "haha sorry habis muka lo ngeselin". Raka dan kawan kawannya tertawa puas setelah menyiksa Rania. Raka kemudian mendekatkan wajahnya kepada gadis malang itu. Rania menangis terisak ketika wajah Raka semakin mendekat dan memejamkan matanya ketakutan Plakk.. Pipi Rania terasa panas "Ngarepin apa lo?gue cium?lihat muka lo aja gue jijik bangsat!" Raka menangkup wajah Rania lalu meludahinya. Cuihhh.. "Yok guys cabut" Raka beserta geng nya pergi meninggalkan Rania dengan kondisi memprihatinkan. Rania mengepalkan tangannya kuat tanda dendam yang ada pada dirinya mulai berkoar. "Tunggu saja kalian". kata yang keluar dari mulut Rania dengan senyuman seringai.
All Rights Reserved
#463
creepy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petaka Kesempurnaan
  • Dera 4
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • AMNESIA (Complete)
  • SHE'S DEVIL || ENDING
  • Help Ghost
  • I'm not Raya [√]
  • KKN Hutan Seram✓
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Sumpah Darah

"Aku masih mengingat jelas bagaimana kamu tersenyum saat pesta sore itu. Tatapan mata yang begitu hangat dan ramah. Tampak teduh dan hangat seperti matahari sore." Lirih Sharen memegang dadanya sendiri. Bahkan sampai sekarang dia masih merasakan degup jantungnya yang cepat setiap mengingat sore itu. 'Dia milikku, bukan milik mu' kursi yang di duduki Sharen kembali bergerak. "Aku yang mendapatkannya" mata Sharen kembali menyalang, raut wajahnya penuh dengan emosi. 'Dia hanya mengenal ku, tidak mengenal si buruk rupa' raut tawa yang lebar dan menyeramkan membuat Sharen semakin menyalang marah. Tongkat yang menjadi pegangannya kini kembali dia lemparkan pada kursi di sebelahnya. Racun yang sebenarnya bukan bahan kimia buatan ataupun zat pertahan diri pada makhluk hidup. Melainkan cinta dan kasih sayang yang diberikan. Xr.Nyy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines