We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ailendra

Ailendra

  • WpView
    Reads 691,985
  • WpVote
    Votes 81,531
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Lendra, Ibu tanya sekali lagi ya? Cita-cita kamu kalo udah besar nanti apa?" "Nikah sama Aileen, Bu." "Alendra, Ibu serius." "Tapi kata Poya, Ale cuma boleh seriusin Ai, Bu." "..." ~12 Tahun Kemudian~ "Alendra Arkhana Mahatma! Kerjaanmu berantem terus! Kamu mau sekolah atau mau jadi jagoan sih?!" "Mau jadi suami yang baik boleh nggak bu?" "Alendra! Ibu capek, udah bosen liat muka kamu terus. Mau kamu sebenernya apa?" "Mau lupain Aileen, Bu.."
All Rights Reserved
#408
aileen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Untuk Raden Bumi
  • Adrian & Ayla
  • SECRET 2 : DEBARANDIN
  • CINTA ANAK SEKOLAHAN ( HIATUS  Sementara )
  • Untung Sayang
  • Serpihan Luka
  • Derita Istri Kedua Dosen

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines